![]() |
| Rara dodo Gea (41), warga Desa Danau Pandan, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli(foto Rahmat/Hkm) |
KabarDesa. CO. ID TAPTENG-- Di tengah keterbatasan ekonomi yang dihadapinya, Rara dodo Gea (41), warga Desa Danau Pandan, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, memilih tetap bersyukur meski selama lebih dari satu dekade belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Raradodo menuturkan, sejak membentuk keluarga sekitar 13 tahun lalu, dirinya belum pernah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial, baik yang bersumber dari pemerintah desa maupun pemerintah pusat.
Bantuan yang pernah ia terima hanya berupa dua liter beras saat penyaluran bantuan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah kabupaten tapanuli tengah beberapa waktu lalu.
“Sejak berkeluarga sampai sekarang, saya tidak pernah menerima bantuan sosial. Yang pernah saya dapat hanya dua liter beras setelah banjir,” ujar Raradodo, Selasa (27/1/2026).
Sebagai petani karet yang hidup bersama istri dan satu orang anak, Raradodo mengakui kondisi ekonomi keluarganya tergolong pas-pasan. Penghasilan yang tidak menentu membuatnya harus bertahan dengan keterbatasan yang ada.
Meski demikian, ia memilih tidak mengeluhkan keadaan. Namun, Raradodo menyayangkan masih adanya warga yang secara ekonomi dinilai lebih mampu justru tercatat sebagai penerima bantuan sosial.
“Saya tidak ingin mengeluh, tapi rasanya miris melihat yang lebih mampu justru menerima bantuan, sementara kami yang kekurangan tidak tersentuh,” tuturnya.
Pasca bencana banjir, Raradodo juga mengaku kesulitan memasarkan hasil kebun karet yang menjadi sumber utama penghidupan keluarganya. Kondisi tersebut semakin memperberat beban ekonomi keluarga.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum terdatanya keluarga Raradodo Gea sebagai penerima bantuan sosial.
Upaya konfirmasi telah dilakukan pada Rabu (28/1/2026) melalui layanan pesan WhatsApp, namun belum memperoleh tanggapan. (Rahmat).
