PASURUAN,Kabardesa.co.id– Semangat melestarikan warisan budaya bangsa mengantarkan prestasi membanggakan bagi Zazkiya Cahaya Firdaus (14), pesilat muda asal Jalan Pantai Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. 
Zazkiya Cahaya Firdaus (14), pesilat muda asal Jalan Pantai Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. (Def/Kabardesa.co.id)
Zazkiya sukses meraih medali perak dalam ajang Pasuruan Martial Art Championship 4 yang digelar di GOR Sasana Krida Anoraga, Pasuruan, pada Desember 2025.
Mewakili perguruan pencak silat Cimande Pagar Nusa, Zazkiya tampil penuh percaya diri dengan menunjukkan teknik yang matang, disiplin tinggi, serta mental bertanding yang kuat.
Penampilannya berhasil memikat perhatian dewan juri dan penonton, hingga memastikan dirinya naik podium kedua dalam kejuaraan berskala nasional tersebut.
Kejuaraan ini memperebutkan Piala Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan diikuti oleh pesilat-pesilat terbaik dari berbagai daerah di Tanah Air. Dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) menjadikan ajang ini sebagai salah satu kompetisi bergengsi dengan tingkat persaingan yang ketat.
Orang tua Zazkiya, Ninda Harti Oktaviani, mengaku bangga dan terharu atas capaian putrinya. Menurutnya, meraih posisi kedua di tengah persaingan pesilat tangguh dari berbagai daerah merupakan prestasi yang patut diapresiasi.
“Kami sangat bangga meskipun Zazkiya meraih juara dua. Lawan-lawannya sangat kuat. Bagi kami, pencak silat bukan hanya soal prestasi, tetapi juga pembentukan karakter dan upaya melestarikan budaya bangsa,” ujarnya.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, latihan yang konsisten, serta semangat juang tinggi mampu menghasilkan capaian yang membanggakan.
Lebih dari sekadar medali, keberhasilan Zazkiya mencerminkan peran generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan pencak silat sebagai identitas budaya Indonesia.
Diharapkan, pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya, khususnya di Kabupaten Probolinggo, untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Pasuruan Martial Art Championship 4 merupakan ajang kompetisi bela diri yang memperebutkan Piala Kementerian Kebudayaan RI.
Kegiatan ini diselenggarakan di GOR Sasana Krida Anoraga, Pasuruan, dengan dukungan Dispora dan IPSI.
(DF)