Notification

×

Iklan

Iklan

Gawat! Lulusan Tak Siap Kerja, Kadin Jatim Bongkar Fakta Mengejutkan di Probolinggo

Kamis, 23 April 2026 | 19:14 WIB |

Suasana Rapat Sosialisasi Program Bekerja dan magang ke Jerman dan Jepang (Yuliono/Kabardesa.co.id)

Probolinggo,Kabardesa.co.id
 — Fakta mengejutkan terungkap dalam kegiatan pembinaan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur di Kota Probolinggo. Dunia pendidikan dinilai belum mampu menjawab kebutuhan industri, bahkan hanya sebagian kecil lulusan yang dianggap siap kerja.

Kegiatan yang digelar di kawasan Jalan Suroyo, Kelurahan Tisnonegaran, Kamis (24/4) ini diikuti pengurus Kadin dari berbagai daerah, mulai dari Kota Probolinggo, Banyuwangi, Situbondo, Jember, Lumajang hingga Malang. Agenda ini menjadi momentum penting untuk membahas masa depan pendidikan vokasi di Indonesia.


Ketua Kadin Kota Probolinggo, Roy Rianto Gunadi, sebagai tuan rumah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kadin Jawa Timur dan para peserta. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat sinergi antar daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, membeberkan persoalan serius yang tengah dihadapi. Berdasarkan data Apindo, hanya sekitar 10 hingga 20 persen lulusan perguruan tinggi yang dinilai sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.


“Kondisi ini menjadi tantangan besar, tidak hanya bagi pemerintah daerah, tetapi juga dunia pendidikan dan pelaku usaha. Perlu langkah konkret agar lulusan bisa benar-benar siap terjun ke dunia kerja,” tegasnya.


Sebagai solusi, Kadin mendorong penguatan peran Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV). Melalui forum ini, berbagai pihak dapat menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru.


Adik juga menegaskan bahwa peran Kadin kini semakin strategis, seiring dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022. Dalam regulasi tersebut, Kadin diberi tanggung jawab dalam mendukung penyelarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.


“Ini bukan sekadar program, tapi amanat nasional. Kolaborasi harus diperkuat agar pendidikan vokasi benar-benar relevan dan berdampak,” tambahnya.


Kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan materi dari Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti, yang mengulas strategi revitalisasi vokasi. Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan informasi terkait peluang program magang ke luar negeri, khususnya ke Jerman dan Jepang, sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia.


Pembinaan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri, sekaligus mencetak generasi yang siap bersaing di tingkat global.

(yul)

×
Berita Terbaru Update