Notification

×

Iklan

Iklan

Keluhan Warga Muara Nibung Berujung Silang Sengkarut Dengan Pemkab Tapteng

Kamis, 25 Desember 2025 | 10:50 WIB |

Gambar Ikustrasi 

KabarDesa. CO. ID TAPTENG--   Dugaan intimidasi yang dialami seorang warga Kelurahan Muara Nibung, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, berkembang menjadi polemik setelah muncul perbedaan pernyataan antara pihak warga dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah Selasa (24/12/2025).

 

Warga berinisial HPL, seorang ibu rumah tangga yang tengah hamil, mengaku mendapat perlakuan intimidatif dari oknum Kepala Lingkungan I berinisial BS.

 

Peristiwa tersebut terjadi di Lingkungan III Kelurahan Muara Nibung pada 17 Desember 2025 dan berkaitan dengan isu hilangnya bantuan beras pascabencana.

 

HPL menyebut oknum kepala lingkungan mendatanginya dengan sikap yang dinilai tidak pantas sebagai aparatur yang seharusnya mengayomi warga.

 

“Saya dibentak-bentak bahkan hingga mulut saya ditunjuk-tunjuk oleh oknum keplling menggunakan jarinya,” ujarnya.

 

Menurut HPL, kejadian itu dipicu oleh isu hilangnya dua karung beras bantuan yang tengah menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Dalam peristiwa tersebut, HPL mengaku mendapatkan ucapan bernada tudingan.

 

“Kau menuduh saya menggelapkan beras ya,” katanya menirukan tudingan BS.

 

HPL menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menuding BS sebagai pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya bantuan tersebut, meskipun isu tersebut berkembang luas di lingkungan warga.

 

Upaya konfirmasi kepada BS telah dilakukan, namun hingga berita ini diterbitkan yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

 

Sementara itu, Pemkab Tapanuli Tengah menyatakan persoalan tersebut telah ditangani dan dianggap selesai. Melalui pesan WhatsApp pada 22 Desember 2025, Pemkab menyebut adanya permintaan maaf dari Kepala Lingkungan I kepada HPL.

 

“Berdasarkan hasil konfirmasi keplling I melalui pak camat, keplling I sudah meminta maaf kepada yang bersangkutan,” tulis pesan WhatsApp resmi Pemkab.

 

Pemkab Tapanuli Tengah juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi kondusif serta memastikan penyaluran bantuan berjalan sebagaimana mestinya.

 

“Mari kita sama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Pak camat tetap terus memonitor pendistribusian bantuan langsung ke masyarakat,” tambah pesan tersebut.

 

Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh HPL. Ia menegaskan hingga kini belum menerima permintaan maaf sebagaimana disampaikan oleh Pemkab.

 

“Belum ada permintaan maaf oknum keplling I hingga saat ini, sebagaimana klaim Pemkab Tapteng,” tepisnya (24/12).

 

Di tengah polemik tersebut, sejumlah tokoh masyarakat Kelurahan Muara Nibung menyuarakan desakan agar pemerintah daerah turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparatur kelurahan.

 

“Kami harapkan untuk segera mengevaluasi kinerja pemerintah Kelurahan Muara Nibung beserta aparatur lingkungan agar benar-benar naik kelas dan mengayomi warga,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

×
Berita Terbaru Update