Notification

×

Iklan

.

Iklan

.

Advetorial

 


BPJS Ketenagakerjaan-Pemprov Sulsel Genjot Sinergi Perlindungan Pekerja

| Maret 22, 2024 WIB

 

Pertemuan antara Dirut BPJS Ketenagakerjaan dengan Gubernur Sulsel  (foto: humas)

Kabardesa.co.id, SULSEL -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJamsostek menggelar Safari Ramadan dalam rangka mempererat silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Acara ini juga bertujuan meningkatkan sinergitas dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta perusahaan-perusahaan yang telah menjadi peserta.


"Datangnya bulan suci Ramadan menjadi momentum terbaik bagi kami untuk kian mempererat silaturahmi dengan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan dari para pemimpin daerah sangat penting bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk dapat mewujudkan cita-cita bangsa yaitu universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan," ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan tertulis, Jum'at (22/3/2024),


Dalam pertemuannya dengan Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin, Anggoro mengapresiasi dukungan Pemprov Sulsel dalam meningkatkan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.


Dukungan tersebut dilakukan dengan hadirnya beberapa regulasi, antara lain Pergub Sulawesi Selatan Nomor 135 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Jaminan Sosial bagi Tenaga Kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan, Surat Edaran (SE) Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 560/8594/BKAD tentang Penganggaran Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, hingga yang terbaru SE Gubernur tentang peningkatan peran serta perusahaan dalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan pada masyarakat sekitar perusahaan di Sulawesi Selatan.


"Dalam kesempatan ini kami juga mengapresiasi Gubernur Bahtiar Baharuddin atas dukungannya selama ini dalam memberikan perlindungan bagi pekerja di Sulawesi Selatan," tuturnya.


Anggoro menegaskan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan salah satu elemen penting untuk mencegah pekerja jatuh dalam kemiskinan ekstrem. Hal tersebut bisa terjadi akibat risiko kecelakaan kerja, kematian, maupun hari tua yang dialami oleh para pekerja.


Oleh karena itu, pihaknya berharap sinergi yang telah terbangun dengan baik dapat terus ditingkatkan. Dengan begitu, ada semakin banyak pekerja yang terlindungi.


Anggoro juga menyampaikan instruksi Presiden Joko Widodo melalui Inpres nomor 2 tahun 2021 kepada seluruh pemerintah daerah yang akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada November mendatang untuk wajib mendaftarkan seluruh petugas adhoc menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pihaknya berharap amanah Inpres ini dapat dijalankan sebagaimana mestinya.


Ia menjamin seluruh jajaran BPJS Ketenagakerjaan di setiap daerah siap untuk memastikan Pilkada berjalan dengan baik melalui perlindungan para petugas yang terlibat.


"Sesuai instruksi pak presiden dan belajar dari pengalaman pemilu kemarin, saya ingin mengingatkan kepada para kepala daerah dan penyelenggara pilkada untuk mendaftarkan seluruh pekerja yang terlibat dalam pesta demokrasi daerah tersebut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena manfaatnya sangat nyata dapat dirasakan," jelas Anggoro.


Menurut data, pada gelaran pemilu presiden dan anggota legislatif lalu, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat kepada 44 petugas yang meninggal dan mengalami kecelakaan kerja saat bertugas. Total manfaat yang dibayarkan mencapai Rp2,57 miliar.


Dalam rangkaian safari ini, Anggoro juga berkunjung ke PT Hadji Kalla dan Bosowa Group yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Anggoro mengajak manajemen dan jajaran untuk turut serta dalam gerakan nasional SERTAKAN (Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda).


Melalui gerakan ini, para peserta didorong untuk ikut melindungi pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) yang ada di sekitar mereka, seperti asisten rumah tangga (ART), supir pribadi, atau pedagang makanan yang sudah menjadi langganan. Dengan terlindunginya pekerja, diharapkan mereka dapat bekerja dengan keras dan bebas cemas karena risiko dari pekerjaan telah dilindungi BPJS Ketenagakerjaan.


"Lewat SERTAKAN ini, saya mengajak seluruhnya para peserta BPJS Ketenagakerjaan tergerak hatinya untuk membantu mensejahterakan hidup para pekerja di sekitarnya. Sebuah hal kecil yang pastinya akan berdampak besar bagi sesama. Karena dengan memiliki perlindungan jaminan sosial, mereka dan keluarga hidup lebih tenang," tandanya


Hal serupa diutarakan oleh Widhi Astri Aprillia Nia, selaku Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo bahwa program SERTAKAN merupakan bentuk kepedulian kita kepada saudara-saudara kita yang bekerja namun belum terlindungi dan belum dapat melindungi dirinya sendiri. 


"Kami berharap melalui kerjasama dengan pemerintah daerah Gorontalo dan program SERTAKAN dapat meningkatkan coverage perlindungan tenaga kerja di provinsi Gorontalo," ujarnya.


(Rls/Noka)

×
Berita Terbaru Update