Notification

×

Iklan

.

Iklan

.

Advetorial

Bakal Jadi Pasar Percontohan di Indonesia Timur, Amran Mahmud Minta Semua Pihak Jaga Fasilitas dan Kebersihan Pasar Tempe

| Oktober 23, 2023 WIB

 

Bupati Wajo Amran Mahmud saat bersilaturahmi dengan para pedagang tempe (foto:kabardesa.co.id)


Kabardesa.co.id, WAJO - Bupati Wajo, Amran Mahmud menghadiri silaturahmi Pemerintah Kabupaten Wajo dengan para pedagang pasar Tempe di Ruang Pola Kantor Bupati, Minggu (22/10/2023) malam. Silaturahmi tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi pemanfaatan pasar tempe yang telah selesai dibangun.


Amran Mahmud mengatakan Pasar Tempe telah diserahkan Pengelolaannya oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kementerian PUPR RI kepada Pemkab Wajo pada bulan September lalu.


"Insya Allah, kita akan segera atur dengan sebaik baiknya untuk penempatan pedagang agar bisa diresmikan secepatnya," ujarnya.


Amran Mahmud juga menegaskan bahwa dalam pengaturan penempatan pedagang tidak ada kepentingan pribadi didalamnya. Bahkan tidak boleh ada bayar membayar karena memang sudah dibiayai oleh negara. 


"Kalau ada yang meminta pembayaran agar dilaporkan saja," tegasnya.


Ketua DPD PAN Kabupaten Wajo ini menyebut pasar tempe akan menjadi pasar percontohan di Indonesia Timur sehingga para pedagang dan para pemangku kepentingan diharapkan memiliki kesadaran bersama untuk merawat pasar tempe.


"Kalau mau menjadi percontohan maka kita harus gotong-royong dengan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan menjaga fasilitasnya," tandasnya.


Sementara, Sekda Wajo, Armayani mengharapkan agar pedagang bisa diatur dengan baik. Pasalnya  dalam penataan pasar tempe ini, ada zonasi jenis jualan pedagang.


Armayani menegaskan agar sistem atau mekanisme harus disepakati bersama dengan harapan bagaimana pasar ini bisa dimanfaatkan dengan baik. 


"Yang paling utama nantinya bagaimana menjaga kebersihannya," tegasnya.


Sebelumnya, Kepala Disperindagkop dan UKM Wajo, Andi Aso Ashari melaporkan,  sebanyak 870 lods yang tersedia termasuk pelataran dan jumlah kios sebanyak 70 unit.


Dia menjelaskan bahwa dalam penataan Pasar Tempe ini, tidak ada lagi pedagang yang melantai. Semua dapat tempat. 


"Kita prioritaskan dulu yang memiliki SIPT/Sertifikat," pungkasnya.


Untuk diketahui bahwa, dalam pertemuan itu para pedagang menyepakati sistem lotre (undian) dalam penempatan tempat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut,  Ketua Komisi II DPRD Wajo, Sudirman Meru, Kepala OPD, Kapolsek Tempe, Camat Tempe, Forum Penyelamat dan ratusan pedagang pasar Tempe serta undangan lainnya. (Noka)

×
Berita Terbaru Update