Notification

×

Iklan

.

Iklan

.

Advetorial

Proyek Pengembangan Bandar Udara Arung Palakka Menggunakan Dua Jenis Material Timbunan.

| September 19, 2023 WIB

 

Penampakan dua jenis material timbunan dilokasi proyek

BONE,KABARDESA.co.id,- Proyek pengembangan bandar udara arung palakka yang menelan anggaran lebih dari 64 Milyar dari Kementerian Perhubungan diduga bermasalah karena sebagian besar material timbunan  menggunakan   tanah berbatu yang teksturnya adalah batuan kapur.


Dari pantauan kabardesa.co.id dilokasi proyek, pihak kontraktor menggunakan dua jenis material timbunan yang harga jual dipasaran berbeda, dimana timbunan bagian tengah menggunakan material timbunan yang teksturnya banyak batuan kapurnya dan bagian atas baru mengggunakan material timbunan tanah merah.


Salah satu konsultan bidang konstruksi,Arman Abu mengatakan bahwa kepadatan CBR harus diatas 60 persen jika yang dibangun konstruksi berupa jalan dan jika menggunakan material yang tekstur batuan kapur seperti yang ada dilokasi, harusnya dua jenis material itu di mix dan kurang tepat jika material tanah merah berada dibagian bawah kemudian timbunan batu kapur dan diatasnya kembali tanah merah.


" Menurut saya perlu di mix dulu dengan membolak baliknya dengan menggunakan dozer atau motor grader lalu di padatkan  dengan selang seling  penyiraman air hingga dapat di test dengan menggunakan alat CBR langsung dan dapat juga menggunakan sandcone. Spesifikasi kepadatan tanah timbunannya CBR diatas 60%." Ujarnya ( selasa,19/09/2023.


Pejabat Pelaksana Kegiatan ( PPK ) proyek pengemban bandar udara Arung Palakka yang dikonfirmasi terkait hal tersebut,mengklaim  kepadatan timbunan sudah mencapai 60 persen.


" Tabe pak, terkait timbunan tanah untuk CBR nya sesuai hasil penguji dilapangan sudah diatas 60%".


"Klo pengujian cbr bisa langsung dilaksanakan dilapangan bersamaan dengan proses penimbunan tanah pak."tulis Eko melalui media whatsapp.

×
Berita Terbaru Update