Notification

×

Iklan

Iklan

.

Tag Terpopuler

Warga Lapaukke Gelar Makan Pinggir Jalan Atas Syukuran Pembangunan Akses Desa

Sabtu, 22 Februari 2020 | 11:30 WIB Last Updated 2020-03-02T15:35:40Z
KabarDesa.Co.Id, Lapaukke Wajo - Warga di Desa Lapaukke, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) bersyukur atas selesainya pembangunan akses jalan menuju desa. Warga menggelar makanan di pinggir jalan.

Suasana makan pinggir jalan warga desa.
Syukuran warga ini dilakukan saat Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melakukan kunjungan kerja ke Desa Lapaukke, Wajo, Sulsel, Selasa (21/2/2020). Jalanan beton sepanjang 6,770 km menuju Desa Lapaukke memang dibangun menggunakan dana bantuan dari Pemprov Sulsel sebesar Rp 27 miliar.

"Ini kita bersyukur sekali, dulu kalau kita bawa hasil pertanian kita seperti jagung harus dibawa pakai grandong atau kerbau, itu jadi buat harga jagung agak turun," ujar salah seorang warga Daeng Ato saat ditemui di lokasi.

Makanan yang disajikan warga di pinggir jalanan tersebut ditaruh di atas nampan besar. Nampan tersebut berisi piring dengan berbagai lauk pauk khas masyarakat bugis seperti burassa, ayam palekko, bebek palekko, nasu likku, hingga ikan palumara.

"Ini kami ibu-ibu yang buat, setiap rumah buat untuk kami taruh di sini, dimakan sama-sama," kata seorang Ibu di lokasi.

Sementara itu, Nurdin yang turut hadir di syukuran warga tersebut mengatakan pembangunan akses jalan salah satunya untuk mendukung produksi pertanian warga, khususnya jagung. Namun dukungan kepada petani tak hanya pembangunan akses jalan, tapi juga menjaga harga pascapanen.

"Tentu harus kita juga menjaga harga. Jadi pada saat panen betul-betul masyarakat menikmati harga yang baik. Karena kadang di berbagai daerah, masyarakat itu mendengar harga yang baik pada saat mulai menanam. Pada saat mulai menanam harganya naik, giliran panen bersamaan harganya turun. Nah ini yang harus kita jaga," katanya.

Untuk itu Pemprov Sulsel tengah menyusun sistem yang dapat menjaga harga hasil pertanian saat pascapanen.

"Kami lagi menyusun sebuah sistem bagaimana kita menjaga harga jagung tetap stabil, supaya masyarakat itu ketika dia menanam dia sudah tahu berapa yang dihasilkan nanti," tuturnya. (*)
×
Berita Terbaru Update