Notification

×

Iklan

Iklan

Ratusan Hektare Sawah di Polman Gagal Panen, Petani Terpukul akibat Kemarau dan Krisis Air

Jumat, 25 September 2026 | 10:23 WIB |
Kondisi Ratusan hektare tanaman padi milik warga di Desa Barumbung, Kecamatan Matakali, gagal panen . (foto Ar/Hkm) 


KabarDesa.CO.ID SULBAR— Musim kemarau panjang kembali menghantam sektor pertanian di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Ratusan hektare tanaman padi milik warga di Desa Barumbung, Kecamatan Matakali, dilaporkan gagal panen setelah kekurangan air selama beberapa bulan terakhir.


Kondisi tersebut menjadi pukulan berat bagi petani. Tanaman padi yang semestinya memasuki masa panen pada September 2026 justru mengering sebelum menghasilkan bulir secara maksimal. 


Sebagian tanaman bahkan layu dan mati di tengah kondisi lahan yang mulai retak akibat kekeringan.


Petani menyebut persoalan kekeringan diperparah oleh kondisi jaringan irigasi yang belum mampu menopang kebutuhan pengairan lahan pertanian. 


Selama ini, sebagian petani di Desa Barumbung masih mengandalkan sistem sawah tadah hujan.


Ketika hujan berhenti dalam waktu cukup panjang, pasokan air untuk sawah praktis terhenti. Kondisi itu membuat tanaman padi tidak mampu bertahan hingga memasuki fase panen.


"Kami tidak bisa berbuat banyak. Padi yang harusnya dipanen bulan ini malah kering duluan sebelum berbuah," ujar Aling, salah seorang petani setempat, Kamis (24/9/2026).


Gagal panen tersebut turut berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi petani. Modal yang telah dikeluarkan untuk pembibitan, pembelian pupuk, pengolahan lahan hingga biaya perawatan tanaman terancam tidak kembali.


Sebagian kecil petani memang masih dapat memanen dari lahan yang tanamannya mampu bertahan. Namun, hasil gabah yang diperoleh jauh menurun dan dinilai tidak sebanding dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan.


Kondisi kekeringan yang berulang setiap musim kemarau ini membuat warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait tidak hanya memberikan bantuan ketika gagal panen terjadi, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang.


Petani berharap pemerintah dapat memperkuat infrastruktur pengairan melalui pembangunan atau perbaikan jaringan irigasi, serta mempertimbangkan bantuan sumur bor dan pompa air untuk wilayah yang selama ini bergantung pada hujan.


Bagi petani, ketersediaan air menjadi faktor utama agar lahan pertanian tetap produktif di tengah perubahan pola musim. Tanpa dukungan infrastruktur pengairan yang memadai, ancaman gagal panen akibat kekeringan berpotensi terus berulang dan membebani ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
×
Berita Terbaru Update