Notification

×

Iklan

Iklan

Dr. Muhammad Sain Raih Promosi Doktor, Dorong Integrasi Ilmu Ekonomi dan Pendidikan Agama

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:33 WIB |

 ‎

Dr. H. Muhammad Sain. S. SE. ME. MM (foto doc) 

KabarDesa. CO. ID SULBAR— Polewali Mandar — Akademisi sekaligus pengusaha, Dr. H. Muhammad Sain, S., SE., ME., MM., kembali menorehkan capaian akademik dengan meraih promosi doktor Bidang Ilmu Ekonomi Konsentrasi Manajemen di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.


Capaian tersebut menambah daftar perjalanan akademiknya yang panjang di berbagai disiplin ilmu, mulai dari ekonomi, hukum, hingga pendidikan agama Islam.


Dalam keterangannya, Muhammad Sain yang juga dikenal sebagai Owner/CEO Laris Group menegaskan bahwa pendidikan agama memiliki peran penting dalam dunia bisnis dan kehidupan sosial masyarakat.


“Saya ingin memadukan antara ilmu ekonomi dan pendidikan agama Islam. Sejauh apa pun seseorang menjalankan bisnis dan meningkatkan usahanya, jika tidak dibarengi ilmu agama, maka akan terasa hampa dan sia-sia. Karena saya menganggap ilmu agama adalah ilmu pamungkas, ilmunya segala ilmu bagi umat Islam,” ujarnya.


Menurutnya, pendidikan tinggi tanpa pondasi nilai keagamaan tidak akan memberikan makna yang utuh dalam kehidupan.


“Setinggi-tinggi apa pun pendidikan yang dimiliki, jika tidak dibarengi pendidikan agama Islam, maka hasilnya tidak akan sempurna,” tambahnya.


Muhammad Sain mengungkapkan, perjalanan pendidikannya dimulai dari SDN 004 Polewali Mandar, kemudian melanjutkan pendidikan di MTs Gombara Makassar dan SMA Negeri 2 Polewali.


Setelah itu ia melanjutkan pendidikan S1 Manajemen Ekonomi di Universitas Hasanuddin Makassar. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan S2 Ekonomi Syariah di IAIN Parepare, S2 Ilmu Hukum di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, serta S2 Manajemen di Universitas Bosowa (Unibos).


Tak berhenti di situ, Muhammad Sain juga melanjutkan program doktor atau S3 Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Parepare dan S3 Ilmu Ekonomi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.


Karier akademiknya berkembang saat mendapat tawaran menjadi dosen di Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar.


Tak hanya aktif mengajar, ia juga dipercaya menjadi Kerua senat kampus setelah memperoleh dukungan suara hingga 80 persen dalam pemilihan internal.


“Dari situlah saya mulai mencintai dunia pendidikan. Saya menganggap ilmu yang tidak disalurkan akan hilang. Karena itu saya ingin terus berbagi pengalaman dan pengetahuan,” katanya.


Di balik perjalanan akademik dan bisnisnya, Muhammad Sain mendapat dukungan penuh dari sang istri, Hj. Fatimah Razak. Keduanya telah dikaruniai tiga orang anak, terdiri dari satu putri dan dua putra.


Sebagai dosen dan pengusaha, Muhammad Sain mengaku memiliki cita-cita besar untuk menciptakan lapangan kerja serta mendorong kemajuan UMKM lokal, khususnya di sektor perdagangan dan usaha campuran.


“Saya ingin bagaimana UMKM lokal bisa berkembang dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui usaha yang modern,” ujarnya.


Dalam proses mengajar, ia juga menerapkan metode pembelajaran berbasis praktik lapangan melalui mata kuliah Business Experience dan Business Innovation.


Ia mengaku rutin membawa mahasiswa mengunjungi perusahaan agar mereka memahami secara langsung perbedaan teori ekonomi di ruang kelas dengan realitas dunia usaha.


“Saya tidak hanya sekadar mengajar teori. Ada satu pertemuan setiap semester di mana mahasiswa diajak turun langsung ke perusahaan agar mereka memahami bagaimana dunia bisnis sebenarnya berjalan,” jelasnya.


Menurutnya, kolaborasi antara pendidikan, pengalaman bisnis, dan nilai keagamaan menjadi kunci dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

×
Berita Terbaru Update