Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Kedopok Probolinggo Keluhkan Bau Kandang Ayam Petelur, DLH Turun Lakukan Pemeriksaan

Kamis, 05 Maret 2026 | 12:40 WIB |

Laporan dugaan pencemaran tersebut disampaikan oleh Muhammad Yunus, warga Jalan Mastrip Gang Masjid, Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok.(DF/Kabardesa.co.id)

PROBOLINGGO,Kabardesa.co.id
– Warga di Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas peternakan ayam petelur di kawasan tersebut. Keluhan masyarakat ini akhirnya ditindaklanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo dengan melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.

Berdasarkan dokumen berita acara penanganan dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup, pemeriksaan lapangan dilakukan pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 12.10 WIB.


Dalam kegiatan tersebut, petugas DLH yang hadir di antaranya Kepala Bidang DLH Kota Probolinggo, Dwi Anugerah Prawati, bersama Analis Kebijakan, Yusfi Risharoso.


Laporan dugaan pencemaran tersebut disampaikan oleh Muhammad Yunus, warga Jalan Mastrip Gang Masjid, Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok. Ia mengaku merasa terganggu dengan bau menyengat yang diduga berasal dari peternakan ayam petelur di kawasan Jalan Kahayan.


Dalam berita acara pemeriksaan disebutkan bahwa bau dari peternakan tersebut tercium cukup kuat hingga ke lingkungan permukiman warga. Selain itu, warga juga mengeluhkan banyaknya lalat yang muncul di sekitar rumah.


“Bau yang menyengat dan banyak lalat tercium hampir setiap saat sehingga mengganggu pernapasan,” demikian keterangan dalam dokumen pemeriksaan tersebut.


Warga juga menilai jarak antara kandang ayam dengan permukiman cukup dekat, yakni sekitar 500 meter dari rumah warga. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas udara serta kenyamanan lingkungan.


Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sumber dugaan pencemaran berasal dari aktivitas peternakan ayam petelur yang menimbulkan bau tidak sedap dan berdampak pada kenyamanan masyarakat sekitar.


Salah satu warga setempat, Ontong, berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah tegas agar aktivitas peternakan tersebut tidak terus menimbulkan gangguan bagi masyarakat.


Sementara itu, Ketua Elang Putih Indonesia (EPINDO), Sony Buslan, juga meminta agar laporan warga segera ditindaklanjuti secara serius oleh pihak terkait.


“Masalah ini harus ditindaklanjuti. Jika tidak ada langkah yang jelas, kami akan melaporkannya ke tingkat pusat,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).


DLH Kota Probolinggo menyatakan telah mencatat laporan warga tersebut dan akan menindaklanjuti sesuai prosedur penanganan dugaan pencemaran lingkungan hidup yang berlaku.

(DF)

×
Berita Terbaru Update