
Lokasi Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Panglima Sudirman di Kota Probolinggo telah selesai dikerjakan sejak akhir 2025. (DF/Kabardesa.co.id)
PROBOLINGGO, Kabardesa.co.id – Revitalisasi Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Panglima Sudirman di Kota Probolinggo telah selesai dikerjakan sejak akhir 2025. Namun hingga kini, fasilitas penerangan jalan umum (PJU) di dua ruas jalan nasional tersebut belum juga berfungsi, sehingga kondisi jalan masih gelap saat malam hari.
Padahal, deretan tiang lampu yang baru telah berdiri di sepanjang jalan. Tiang dengan desain ornamen dan cat hitam tersebut terpasang rapi di tepi jalan, tetapi belum memberikan penerangan bagi pengguna jalan karena lampunya belum dinyalakan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana di dua jalan utama penghubung jalur Surabaya–Banyuwangi itu tampak gelap ketika malam tiba. Bahkan, sebagian warga menilai kondisi penerangan saat ini justru lebih minim dibandingkan sebelum proyek revitalisasi dengan nilai anggaran sekitar Rp38 miliar tersebut dilaksanakan.
Permasalahan ini turut menjadi pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) dengan Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Senin (2/3/2026).
Dalam rapat tersebut, Komisi III DPRD mempertanyakan penyebab lampu jalan yang belum juga difungsikan meski proyek pembangunan telah dinyatakan selesai sejak Desember 2025. Legislator menilai kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi karena menyangkut pelayanan publik.
DPRD menduga belum beroperasinya lampu jalan tersebut dipicu kurangnya koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD). Oleh karena itu, dewan meminta proses sinkronisasi data dan serah terima pengelolaan segera diselesaikan agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat.
Bahkan, DPRD juga mempertimbangkan melakukan inspeksi mendadak apabila dalam waktu dekat lampu-lampu tersebut masih belum juga dinyalakan.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPRKP Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, menjelaskan bahwa pekerjaan fisik proyek revitalisasi jalan telah selesai dan saat ini masih dalam tahap pemeliharaan.
Menurutnya, kewenangan untuk mengaktifkan lampu penerangan jalan bukan berada di pihak kontraktor maupun dinasnya, melainkan menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan Kota Probolinggo.
“Pekerjaan konstruksi sudah selesai. Saat ini tinggal pengoperasian lampu yang menjadi kewenangan Dishub,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kontraktor hanya bertugas memasang tiang serta perangkat lampu. Sedangkan penyambungan arus listrik dan pengoperasian menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Bahkan, lanjutnya, kontraktor disebut telah membantu menyediakan kabel agar fasilitas tersebut dapat segera digunakan.
Hingga berita ini ditulis, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, Pudjiaji, belum memberikan tanggapan terkait kapan lampu-lampu tersebut akan dioperasikan. Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan singkat juga belum mendapat respons.
Kondisi minim penerangan ini dikeluhkan para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor yang melintas pada malam hari. Selain meningkatkan risiko kecelakaan di jalur cepat nasional, kondisi gelap juga menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi tindak kriminalitas.
Salah seorang pengendara, Pranoto (52), mengaku heran karena proyek dengan nilai anggaran besar belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tiangnya sudah bagus, tapi kalau lampunya tidak menyala percuma saja. Apalagi ini jalan besar, banyak kendaraan berat lewat malam hari,” ujarnya.
Menanggapi persoalan tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyatakan bahwa pengoperasian penerangan jalan memang menjadi kewenangan pemerintah kota. Ia berharap lampu-lampu tersebut dapat segera difungsikan.
“Mudah-mudahan sebelum Lebaran sudah bisa menyala,” katanya.
Saat ini, sebagian besar tiang lampu telah terpasang di sepanjang Jalan Soekarno Hatta dan sebagian ruas Jalan Panglima Sudirman. Meski demikian, masih terdapat beberapa titik di Jalan Panglima Sudirman yang belum terpasang, khususnya di sekitar kawasan perempatan Brak hingga pertigaan Jalan dr. Mohamad Saleh.
Masyarakat pun berharap lampu penerangan segera diaktifkan, terlebih menjelang arus mudik Lebaran yang diperkirakan akan meningkatkan volume kendaraan di jalur tersebut. Tanpa penerangan yang memadai, ruas jalan itu dikhawatirkan menjadi titik rawan kecelakaan bagi para pengendara.
(DF)