![]() |
| Kondisi terkini jembatan penghubung Desa Sihapas dan Desa Lumut Nauli yang ambruk, (Dok. Rahmat) |
KabarDesa. CO. ID TAPTENG -- Bertahan Empat bulan setelah rusak akibat banjir dan longsor pada 25 November 2025, jembatan penghubung antara Desa Sihapas, Kecamatan Sukabangun, dan Desa Lumut Nauli, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, hingga kini belum diperbaiki secara permanen.
Jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan dua desa sekaligus dua kecamatan, serta menjadi jalur vital distribusi hasil pertanian masyarakat.
Kondisi ini memicu keluhan warga yang selama ini bergantung pada keberadaan jembatan tersebut untuk aktivitas ekonomi dan mobilitas harian.
Warga setempat, Damianus Waruwu, mengatakan terputusnya jembatan berdampak langsung terhadap penghasilan masyarakat.
“Jembatan ini sangat vital untuk mengangkut hasil pertanian. Sekarang semuanya menjadi sulit,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan, sebelum ambruk, jembatan tersebut dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat sehingga memperlancar distribusi hasil panen.
“Sebelumnya kendaraan bisa melintas. Sekarang akses itu terputus,” katanya.
Dampaknya, warga terpaksa melintasi jembatan darurat yang dibangun secara swadaya dengan kondisi terbatas, yang dinilai berisiko terhadap keselamatan pengguna.
Sejumlah warga mengaku khawatir terhadap potensi kecelakaan, mengingat konstruksi jembatan darurat tersebut belum memenuhi standar keamanan.
Kepala Desa Sihapas, Merlius, menyampaikan bahwa kerusakan jembatan telah dilaporkan kepada pemerintah sejak beberapa hari setelah bencana terjadi.
“Lima hari setelah banjir, kami sudah melaporkan melalui pemerintah kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana,” jelasnya.
Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan terkait realisasi pembangunan jembatan permanen maupun kepastian waktu pengerjaan.
Sebagai solusi sementara, warga bersama pemerintah desa membangun jembatan darurat secara swadaya yang hanya dapat dilintasi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah, Ardiansyah Harahap, membenarkan bahwa jembatan tersebut rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor.
Ia mengatakan, pemerintah daerah bersama unsur kecamatan dan pemerintah desa telah berkoordinasi dalam penanganan awal.
“Pembangunan jembatan sementara merupakan hasil koordinasi antara BPBD, camat, dan pemerintah desa setempat,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Menurutnya, masyarakat juga turut bergotong royong membangun jembatan alternatif agar tetap dapat digunakan, khususnya untuk kendaraan roda dua dalam mengangkut hasil pertanian.
Lebih lanjut, Ardiansyah menyebutkan bahwa laporan kerusakan jembatan telah ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas instansi.
“Hal ini sudah dikoordinasikan dengan Bappeda terkait rencana pembangunan jembatan,” katanya.
Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai waktu pelaksanaan maupun alokasi anggaran pembangunan jembatan permanen tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan dapat kembali berjalan normal. (Rahmat).
