Notification

×

Iklan

Iklan

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pendaftaran mitra untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah resmi ditutup. Masyarakat pun diminta waspada terhadap oknum yang menawarkan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan meminta sejumlah biaya. Wakil Ketua BGN, Sony Sanjaya, mengingatkan bahwa saat ini sistem pendaftaran sudah tidak lagi dibuka. Karena itu, klaim dari pihak tertentu yang menyebut masih bisa memasukkan mitra baru patut dicurigai. “Sekarang sistemnya sudah ditutup. Jadi kalau ada yang bilang masih bisa daftar atau bisa langsung kita masukkan, itu perlu diwaspadai,” kata Sony dalam sebuah siniar yang diikuti dari Jakarta, Jumat. Ia mengaku pernah menerima rekaman video yang memperlihatkan adanya informasi terkait jual beli titik SPPG dengan nilai mencapai Rp200 juta. Menurutnya, praktik semacam itu akan langsung ditindak jika terdeteksi oleh pihak BGN. “Saya pernah melihat video orang yang menyebarkan informasi bahwa titik SPPG bisa diperjualbelikan sampai Rp200 juta. Kalau sudah terlihat ID-nya, bisa langsung kami turunkan. Akibatnya justru orang yang sudah membayar yang akan dirugikan,” ujarnya. Sony juga mengimbau masyarakat yang mendapatkan tawaran semacam itu agar segera melaporkannya kepada BGN untuk ditindaklanjuti. Selain itu, ia menyoroti adanya pihak yang mengaku menjadi korban penipuan namun tidak bersedia menyebutkan identitas pelaku. Menurut Sony, hal tersebut patut dicurigai sebagai modus untuk mendapatkan verifikasi dari BGN. “Kalau saat ditanya siapa penipunya tapi tidak mau menjawab, atau hanya bilang ‘ada’, biasanya itu modus. Sementara yang benar-benar tertipu sudah melapor ke polisi dan jelas siapa pelakunya,” jelasnya. Ia menambahkan, beberapa kasus penipuan bahkan telah dilaporkan ke pihak kepolisian dengan kerugian yang cukup besar. “Ada yang kerugiannya minimal Rp100 juta per orang. Laporannya sudah diterima polisi dan kemungkinan sebentar lagi akan terungkap siapa pelakunya,” kata Sony. BGN memastikan saat ini jumlah SPPG yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan Program MBG telah terpenuhi. Hingga kini, lebih dari 24 ribu SPPG telah berdiri dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:51 WIB |

Wakil Ketua BGN, Sony Sanjaya (foto ist) 

KabarDesa. CO. ID JAKARTA-- Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pendaftaran mitra untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah resmi ditutup. Masyarakat pun diminta waspada terhadap oknum yang menawarkan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan meminta sejumlah biaya.


Wakil Ketua BGN, Sony Sanjaya, mengingatkan bahwa saat ini sistem pendaftaran sudah tidak lagi dibuka. Karena itu, klaim dari pihak tertentu yang menyebut masih bisa memasukkan mitra baru patut dicurigai.


“Sekarang sistemnya sudah ditutup. Jadi kalau ada yang bilang masih bisa daftar atau bisa langsung kita masukkan, itu perlu diwaspadai,” kata Sony dalam sebuah siniar yang diikuti dari Jakarta, Jumat.


Ia mengaku pernah menerima rekaman video yang memperlihatkan adanya informasi terkait jual beli titik SPPG dengan nilai mencapai Rp200 juta. Menurutnya, praktik semacam itu akan langsung ditindak jika terdeteksi oleh pihak BGN.


“Saya pernah melihat video orang yang menyebarkan informasi bahwa titik SPPG bisa diperjualbelikan sampai Rp200 juta. Kalau sudah terlihat ID-nya, bisa langsung kami turunkan. Akibatnya justru orang yang sudah membayar yang akan dirugikan,” ujarnya.


Sony juga mengimbau masyarakat yang mendapatkan tawaran semacam itu agar segera melaporkannya kepada BGN untuk ditindaklanjuti.


Selain itu, ia menyoroti adanya pihak yang mengaku menjadi korban penipuan namun tidak bersedia menyebutkan identitas pelaku. Menurut Sony, hal tersebut patut dicurigai sebagai modus untuk mendapatkan verifikasi dari BGN.


“Kalau saat ditanya siapa penipunya tapi tidak mau menjawab, atau hanya bilang ‘ada’, biasanya itu modus. Sementara yang benar-benar tertipu sudah melapor ke polisi dan jelas siapa pelakunya,” jelasnya.


Ia menambahkan, beberapa kasus penipuan bahkan telah dilaporkan ke pihak kepolisian dengan kerugian yang cukup besar.


“Ada yang kerugiannya minimal Rp100 juta per orang. Laporannya sudah diterima polisi dan kemungkinan sebentar lagi akan terungkap siapa pelakunya,” kata Sony.


BGN memastikan saat ini jumlah SPPG yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan Program MBG telah terpenuhi. Hingga kini, lebih dari 24 ribu SPPG telah berdiri dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia

×
Berita Terbaru Update