![]() |
| Kadis Perindag Dr. Agusnia Hasan Sulur saat menerima pelaku UMKM Polman untuk membuat label kemasan. (foto Hikma) |
KabarDesa. CO. ID SULBAR--Komitmen percepatan pembinaan pelaku usaha langsung ditunjukkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Polewali Mandar, Dr. Hj. Agusnia Hasan Sulur. Tidak menunggu program kerja 100 hari, dalam kurun waktu 10 hari sejak dilantik, ia berhasil merealisasikan pembinaan terhadap 100 pelaku UMKM.
Langkah cepat tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap tagline Bupati Polewali Mandar dalam penguatan program “UMKM yang Baik”, sekaligus memastikan pelaku usaha kecil dan menengah memperoleh pendampingan sejak tahap awal pengembangan usaha.
Dr. Hj. Agusnia Hasan Sulur menegaskan bahwa pembinaan UMKM tidak boleh berjalan lambat, mengingat sektor ini merupakan salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat.
“UMKM harus hadir sebagai usaha yang tertata, berkembang, dan memiliki daya saing. Karena itu, pembinaan harus segera dilakukan agar pelaku usaha memiliki arah yang jelas dalam mengembangkan usahanya,” ujarnya.
Adapun pembinaan yang dilakukan meliputi pendataan pelaku usaha, pendampingan administrasi usaha, penguatan kapasitas produksi, hingga mendorong peningkatan kualitas produk serta kemasan agar lebih kompetitif di pasar.
Program pembinaan tersebut juga mendapat respon positif dari para pelaku UMKM. Ayu Latif Salah seorang pelaku UMKM jenis sayuran Selada dari Kediri desa Sidorejo kec Wonomulyo Polmam mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan serta fasilitas rumah kemasan yang disiapkan pemerintah daerah.
Menurutnya, keberadaan rumah kemasan membantu pelaku usaha meningkatkan tampilan produk sehingga lebih menarik dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Selama ini kami terkendala pada desain dan kualitas kemasan produk. Dengan adanya pembinaan dan fasilitas rumah kemasan, produk kami jadi lebih rapi, menarik, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Ia juga menilai pembinaan yang dilakukan Dinas Perindagkop dan UMKM tidak hanya sebatas pendataan, tetapi benar-benar memberikan arahan dan solusi terhadap kendala yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
Capaian pembinaan 100 UMKM dalam 10 hari ini menjadi langkah awal Dinas Perindagkop dan UMKM Polewali Mandar untuk memperluas jangkauan pendampingan, sekaligus memastikan UMKM di daerah tersebut mampu tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan. (Hikma)
