![]() |
| Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, DR. Hj. St. Suraidah Suhardi, menghadiri kegiatan Talk Show Pendidikan dan Launching Buku Bahasa Daerah Kabupaten Mamuju (foto Arlin/Hkm) |
KabarDesa. CO. ID SULBAR---Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, DR. Hj. St. Suraidah Suhardi, menghadiri kegiatan Talk Show Pendidikan dan Launching Buku Bahasa Daerah Kabupaten Mamuju untuk jenjang TK, SD, dan SMP sederajat se-Kabupaten Mamuju, yang digelar di Ballroom Grand Maleo Hotel, Kamis (29/01/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam melestarikan bahasa daerah sekaligus memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini melalui dunia pendidikan formal.
Dalam sambutannya, St. Suraidah Suhardi mengapresiasi peluncuran buku bahasa daerah tersebut. Ia menilai langkah ini sangat penting dalam menjaga identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.
“Bahasa daerah adalah jati diri dan kekayaan budaya yang harus dijaga. Melalui buku ini, anak-anak kita tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi pondasi karakter mereka,” ujar Suraidah.
Ia juga menegaskan bahwa DPRD Provinsi Sulawesi Barat mendukung penuh program pelestarian budaya yang terintegrasi dengan dunia pendidikan, khususnya bagi generasi muda.
“Kami di DPRD Sulbar sangat mendorong agar muatan lokal, termasuk bahasa daerah, terus dikembangkan dan diajarkan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah. Ini adalah investasi budaya untuk masa depan Sulawesi Barat,” tambahnya.
Talk show pendidikan yang dirangkaikan dengan launching buku tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, tenaga pendidik, pemerhati budaya, hingga akademisi. Diskusi berlangsung interaktif dengan fokus pada penguatan literasi, pelestarian bahasa daerah, serta inovasi pembelajaran di sekolah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penggunaan buku bahasa daerah Kabupaten Mamuju dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dan menarik, sekaligus memperkuat rasa cinta generasi muda terhadap budaya lokal.(Hkm)
