Notification

×

Iklan

Iklan

Mengenal Peran Jin dalam Gangguan Spiritual Manusia Menurut Literatur Islam

Kamis, 01 Januari 2026 | 23:15 WIB |

Inilah para jin yang mengganggu manusia.(Opini /DF Kabardesa.co.id)

PROBOLINGGO, Kabardesa.co.id- 
Dalam berbagai literatur Islam klasik, keberadaan jin disebut sebagai bagian dari makhluk ciptaan Allah yang hidup berdampingan dengan manusia. Sebagian di antaranya digambarkan memiliki peran negatif dengan tujuan menggoda dan mengganggu kehidupan manusia, baik dalam aspek ibadah, hubungan sosial, maupun keimanan.


Para ulama menjelaskan bahwa gangguan tersebut kerap hadir dalam bentuk bisikan halus yang memengaruhi emosi, pikiran, dan perilaku manusia. Berikut sejumlah nama jin yang disebut dalam literatur Islam beserta bentuk gangguan yang dinisbatkan kepada mereka.


Dasim, misalnya, dikenal sebagai jin yang dikaitkan dengan keretakan rumah tangga. Ia digambarkan membisiki pasangan suami istri agar mudah tersulut emosi, saling curiga, dan membesar-besarkan persoalan kecil hingga berujung pertengkaran berkepanjangan.


Sementara itu, Wasnan disebut sebagai jin yang mengganggu kekhusyukan ibadah. Gangguannya berupa rasa kantuk, malas, dan pikiran yang sulit fokus saat shalat, mengaji, maupun berdzikir.


Gangguan emosi juga dikaitkan dengan Tibbir, yang digambarkan berperan memicu amarah. Dalam kondisi ini, seseorang mudah berkata kasar atau bertindak berlebihan, lalu menyesal setelah emosi mereda.


Dalam ranah hawa nafsu, literatur menyebut A’war sebagai jin yang menggoda manusia agar terjerumus dalam perbuatan maksiat, seperti zina, pornografi, dan perilaku lain yang merusak kehormatan diri.


Adapun Masauth dikaitkan dengan upaya mengadu domba antarmanusia. Gangguannya berupa bisikan fitnah, prasangka buruk, dan kesalahpahaman yang memicu konflik sosial.


Di bidang ekonomi dan gaya hidup, Zalanbur digambarkan sebagai jin yang mendorong perilaku boros, gemar pamer, serta lalai dari tanggung jawab sosial seperti sedekah.


Keraguan dalam iman dan ibadah juga disebut sebagai bentuk gangguan Wahlan, yang menanamkan rasa was-was dan ketidakpastian dalam niat maupun amal ibadah seseorang.


Sementara Khonzab dikenal sebagai jin yang membujuk manusia untuk menunda ibadah. Kalimat seperti “nanti saja” atau “masih ada waktu” kerap menjadi awal dari kelalaian.


Terakhir, Abyad disebut sebagai jin yang membisiki keraguan terhadap ajaran agama, takdir, dan kebenaran, sehingga iman seseorang perlahan melemah jika tidak diantisipasi.


Para ulama menekankan bahwa keberadaan narasi ini bertujuan sebagai pengingat agar manusia senantiasa memperkuat perlindungan diri secara spiritual. Upaya yang dianjurkan antara lain memperbanyak dzikir pagi dan petang, membaca Ayat Kursi serta Al-Mu’awwidzatain, menjaga shalat tepat waktu, serta menjauhi perbuatan maksiat.


Dengan kesadaran dan keteguhan iman, umat Islam diharapkan mampu menjaga diri dari berbagai godaan yang dapat melemahkan hubungan dengan Allah SWT.


(DF/Opini)




×
Berita Terbaru Update