![]() |
| Irfan Pahri Putra anggota Komisi IV DPRD Sulbar diantara warga dusun Tanete usai hearing Dialog. (foto Hkm) |
KabarDesa. CO. ID SULBAR--Peran DPRD dalam mendorong pembangunan desa menjadi topik utama dalam hearing dialog Tahap IV TA 2025 yang digelar bersama masyarakat Desa Kuraak. 28 Desember
Dalam forum Hearing Dialog tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Barat, Irfan Pahri Putra, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pemerataan pembangunan, khususnya akses listrik di wilayah pedesaan.
Salah satu isu krusial yang dibahas dalam hearing dialog adalah masuknya aliran listrik ke Dusun Tanete, Desa Kuraak, yang selama puluhan tahun belum pernah menikmati penerangan listrik sejak Indonesia merdeka.
Irfan Pahri Putra menjelaskan bahwa hearing dialog merupakan ruang penting bagi DPRD untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat desa, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Melalui hearing dialog, kami mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Listrik adalah kebutuhan mendasar yang sangat berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi warga desa,” ujar Irfan.
Ia menambahkan bahwa kehadiran DPRD di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari fungsi pengawasan dan pengawalan pembangunan agar tepat sasaran
Dalam hearing dialog Irfan mengungkapkan bahwa berkat koordinasi dan pengusulan ke pemerintah pusat, aliran listrik kini telah masuk ke Dusun Tanete. Namun, ia menegaskan bahwa perjuangan belum selesai.
“Saat ini kita sedang mengupayakan agar 71 rumah warga bisa mendapatkan pemasangan listrik gratis. Baru 3 rumah yang terealisasi, sementara 68 rumah lainnya masih menunggu, dan ini terus kita kawal,” jelasnya.
Menurut Irfan, pemasangan listrik gratis sangat penting agar masyarakat tidak terbebani biaya, sehingga seluruh warga dapat menikmati manfaat listrik secara merata.
Warga Dusun Tanete menyampaikan apresiasi atas perjuangan Irfan Pahri Putra yang dinilai konsisten mengawal aspirasi masyarakat hingga ke tingkat pusat.
“Baru sekarang kami merasakan terang. Hearing dialog ini membuat kami merasa didengar dan diperhatikan,” ungkap salah seorang warga.
Masyarakat berharap DPRD terus hadir melalui forum-forum dialog seperti ini untuk mengawal pembangunan desa secara berkelanjutan.
Melalui hearing dialog tersebut, Irfan Pahri Putra menegaskan bahwa DPRD Sulawesi Barat akan terus mendorong pemerataan pembangunan desa, tidak hanya di sektor kelistrikan, tetapi juga infrastruktur dasar lainnya.
“Keadilan pembangunan harus dirasakan sampai ke desa. Hearing dialog menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah agar tidak ada lagi wilayah yang tertinggal,” pungkasnya. (Hikma)
