KabarDesa. CO. ID TAPTENG -- Warga Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sempat dilanda kepanikan akibat dugaan kebakaran yang disertai pencurian kabel instalasi listrik di Blok A, Rabu (26/11/2025).
Kepanikan terjadi setelah salah seorang penghuni melihat adanya api di lantai lima dan berteriak meminta pertolongan. Sejumlah warga kemudian berhamburan turun ke lantai satu untuk menyelamatkan diri.
Seorang ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sehari setelah wilayah Tapanuli Tengah dilanda bencana banjir dan longsor.
“Situasi saat itu sangat mencekam. Selain adanya dugaan kebakaran, listrik juga padam, sementara sebelumnya kami baru saja mengalami bencana alam,” ujarnya.
Hingga kini, pelaku dugaan pembakaran yang disertai pencurian kabel instalasi listrik tersebut belum diketahui. Warga di sekitar lokasi kejadian menyebutkan adanya temuan berupa gulungan kabel listrik dalam kondisi hangus terbakar serta sepasang sandal yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) yang dipimpin oleh Kepala Dinas Hasudungan Naik P. Samosir menegaskan bahwa pihaknya telah menempuh jalur hukum terkait peristiwa tersebut.
Dalam keterangan tertulisnya, Dinas Perkim menyampaikan bahwa pada 26 November 2025, Kepala UPT Rusunawa telah membuat pengaduan ke Polres Tapanuli Tengah.
Selanjutnya, pada 30 Desember 2025, pihak Dinas Perkim kembali mempertanyakan perkembangan pengaduan tersebut kepada kepolisian.
Pada Sabtu (3/1/2026), Kepala UPT kembali membuat pengaduan baru terkait dugaan pencurian kabel instalasi listrik. Namun, Polres Tapanuli Tengah menyarankan agar dilakukan mediasi dengan pihak keluarga yang diduga sebagai pelaku, sebagaimana disampaikan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui pesan tertulis.
Sebagai informasi, lokasi Rusunawa tersebut berada tidak jauh dari Markas Polres Tapanuli Tengah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait perkembangan penanganan laporan tersebut. (Rahmat)
