Notification

×

Iklan

.

Iklan

.

Advetorial

Heboh! Sejumlah Kantor Desa Sragen Dikirim Paket Misterius Berupa Bunga Kantil

| November 30, 2023 WIB

Bunga Kantil (Net)

Kabardesa.co.id, Sragen Jawa Tengah - Sejumlah kantor desa di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dihebohkan dengan temuan paket misterius. Paket tersebut berisi bunga kantil (cempaka putih) dan beberapa benda yang biasa digunakan untuk sesajen.


Dalam tradisi Jawa Tengah, bunga kantil diyakini memiliki kekuatan mistis. Bunga tersebut sering digunakan untuk upacara-upacara pernikahan tradisional Jawa. Selain itu, bunga kantil juga dipercaya ampuh memikat seseorang.


Paket tersebut pertama kali ditemukan di Kantor Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah. Kades Bedoro, Pri Hartono menjelaskan petugas keamanan kantor desa menemukan paket tersebut di halaman kantor desa, Selasa (28/11) pagi.


"Isinya ada kembang kantil (cempaka putih), ada beras kuning juga," katanya melalui telepon, Rabu (29/11).


Ia kemudian membagikan foto paket tersebut ke grup WhatsApp Kecamatan Sambungmacan. Ternyata, tidak hanya Kantor Desa Bedoro yang mendapat paket tersebut. Paket serupa juga ditemukan di sejumlah kantor desa dan kelurahan lain. Di antaranya Banyu Urip, Banaran, dan Plumbon.


"Ternyata banyak yang menemukan juga di halaman masing-masing," katanya.


Menurut Pri Hartono, tak sedikit kepala desa yang menduga paket tersebut berkaitan erat dengan hajatan Pilpres 2024.


"Banyak yang menduga ini tujuannya 2024. Mungkin supaya bisa tunduk atau bagaimana. Kalau istilah Jawa kan begitu," katanya.


Ia mengaku tidak mengetahui siapa yang meletakkan paket tersebut. Apalagi, menurut Pri, banyak calon legislatif yang berasal dari daerahnya.


Ia tidak ingin mempermasalahkan lebih lanjut temuan kembang kantil di kantornya. Ia menganggap urusan paket misterius tersebut sudah selesai.


"Kemarin kita bakar aja," katanya.


Dihubungi terpisah, Camat Sambungmacan, Budi Santoso membenarkan adanya paket berisi kembang kantil di sejumlah kantor desa dan kelurahan di wilayahnya. Namun ia enggan menanggapi serius terkait temuan tersebut.


"Kita positif thinking saja, bahwa itu ada orang yang ingin berdoa untuk keselamatan kita bersama. Yang pasti kita jangan membuat suasana menjadi enggak enak," katanya. (Ay)

×
Berita Terbaru Update