Notification

×

Iklan

.

Iklan

.

Advetorial

Diduga Bermasalah, Kelompok Tani Penerima Bantuan Aspirasi AAP Diperiksa Tipidkor Polres Bone.

| Oktober 18, 2023 WIB

 

Iptu Rayendra


BONE,KABARDESA.co.id,- Ketua Kelompok Tani Jennae, Sopyan yang mendapatkan bantuan Dryer atau mesin pengering gabah yang merupakan aspirasi Anggota DPR RI, Andi Akmal Pasluddin pada tahun 2022 kemarin, pernah dimintai keterangan oleh Unit Tipidkor Satreskrim Polres Bone.


"Pernah saya dilaporkan karena katanya penyalahgunaan anggaran,diadili oleh tipidkor."Ujarnya ( Selasa, 17/10/2023).


Sofyan yang hanya mencairkan dana tersebut mengaku kalau anggaran itu untuk pembangunan gudang dan upah tukang,namun bukan dia yang kelola.


"Yang 600 itu untuk gudang dan upah tukang," lanjutnya.


Kasubsi PIDM Sihumas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar, yang dikonfirmasi terkait adanya pemeriksaan Ketua Kelompok Tani penerima bantuan, membenarkan hal tersebut, dimana saat sudah ada beberapa pihak yang dimintai keterangan.


"Mengenai kasus sdh ada beberapa yg dimintai keterangan dan kasus tsb masih dalam pengumpulan bahan data dan keterangan" tulisnya melalui media whatsapp.( Rabu,18/10/2023).


Sebelumnya, Salah satu Bantuan Dryer atau mesin pengering Gabah di Kabupaten Bone tahun 2022 kemarin yang merupakan aspirasi dari Anggota DPR RI, Andi Akmal Pasluddin untuk kelompok tani ternyata hanya dikelola oleh perorangan  dan tidak melibatkan semua anggota kelompok tani penerima bantuan.


Ketua Kelompok Tani Jennae, Sopyan yang dikonfirmasi terkait bantuan pengering yang anggarannya 2,8 Milyar ,mengaku kalau tidak  dilibatkan semua anggota kelompoknya dalam pengelolaannya, dirinya selaku ketua kelompok hanya dipekerjakan.


" Tidak ada yang dilibatkan anggota yang lain, sedangkan saya yang pertama operasikan itu dryer,saya dikasi 150 satu kali kering" ujarnya ( Selasa, 17/10/2023).


Saat ditanya apakah kelompoknya hanya atas nama penerima bantuan, Sopyan pun membenarkan kalau kelompoknya hanya atas nama karena tidak bisa dapat bantuan perorangan.


"Iyye, dia yang minta ( HR ) cuman tidak bisa kalau tidak melalui kelompok tani jadi diminta kelompok tani jennae untuk  atas nama minta Dryer, itu katanya kami bisa dibantu pupuknya nanti,beberapa saja nanti nabelikan itu pupuk tapi tidak ada terjadi sampai sekarang" lanjutnya.


Adapun anggaran 600 juta yang masuk di rekening Kelompoknya, Sofyan menjelaskan kalau dana tersebut dua kali pencairan dan saat setelah dicairkan langsung diserahkan ke oknum yang mengurus bantuan tersebut.


" Dua kali pencairan, yang pertama 420 juta dan yang pencairan kedua 180 juta, kalau sudah saya cairkan langsung saya serahkan dananya" pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update