Notification

×

Iklan

.

Iklan

.

Advetorial

Ketua PWI Sebut Seleksi Wartawan di Situbondo Masih Serampangan

| Mei 31, 2023 WIB

Ketua Persatuan Wartawan Situbondo Edy Supriyono di canal You tube IWS



Kabardesa.co.id, Situbondo Jatim- Menyandang sebutan wartawan di jaman sekarang mungkin tak lagi menarik, karena diluar sana terdapat ratusan atau mungkin ribuan oknum bermodal id card mengaku sebagai wartawan.


Akan tetapi jangankan menaati kode etik profesi, sekedar kemampuan menulis saja terkadang tak mereka miliki. Maka wartawan yang menarik dan patut berbangga adalah mereka yang telah dinyatakan berkompeten melalui jenjang Uji Kompetensi Wartawan (UKW), karena mereka sudah ber UKW telah lolos seleksi sebagai wartawan yang menjalankan pekerjaannya secara profesional.


Menyikapi tumbuh berkembangnya peruhasaan Pers dan munculnya orang - orang yang mengaku sebagai wartawan, ketua Persatuan Wartawan Situbondo (PWI) Edy Supriyono mengungkapkan  pandangan seperti apakah perusahaan pers dan sejauh mana pentingnya UKW bagi seorang wartawan. 


Melalui canal you tube Info Warga Situbondo (IWS) Edy Supriyono mengatakan Perusahaan berbadan hukum yang melakukan usaha di bidang pers contoh  media cetak, elektronik, televisi, radio atau yang berbasis interrnet atau media online, seharusnya setiap perusahaan media selain mewajibkan wartawannya untuk  memberikan informasi valid perusahaan tersebut juga mensyaratkan calon wartawannya memiliki pengalaman. 


"Artinya ada seleksi ketat bagi masyarakat yang ingin bergabung diperusahaan pers. Idealnya seperti itu karena memang syaratnya sangat sulit agar seseorang bisa kemudian disebut wartawan.  didaerah seperti situbondo seleksi akan wartawan itu masih sangat serampangan karena tidak ada tolak ukur maupun tahapan khusus di mana seseorang bisa menjadi wartawan," ungkapnya. 


Padahal ketika nanti setelah menjadi seorang wartawan tugasnya tidaklah ringan, jangan- jangan nanti setelah jadi wartawan tahunya hanya mencari kesalahan orang atau yang ada dalaam imajinasinya berita itu hanya berupa kasus- kasus.


"Ini berbahaya sekali karena belum bisa membedakan mana itu fakta mana itu opini,  ini perlu usaha bersama bagaimana teman-teman yang akan terjun ke dunia jurnalistik ini bener-benar mempersiapkan kompetensinya, " kata Edy. Senin (29/5/2023). 


Ia menilai, tidak salah dalam jika beberapa tahun terakhir  Kompetensi wartawan dijadikan salah satu acuan, apakah wartawan sudah kompeten atau tidak dalam melakukan tugas jurnalistik,  karena dilapangan sangat mudah menemukan orang-orang  yang mengaku wartawan melakukan peliputan tapi masyarakat tidak pernah tahu sudah kompeten atau tidak dalam bertugas. 


Ditanya seberapa penting UKW dalam pandangan seorang waratwan senior sekaligus ketua PWI situbondo itu, pria yang juga menjadi Kabiro media cetak Radar Situbondo itupun mengungkapkan, jika UKW adalah salah satu langkah pemerintah dalam rangka  melindungi pihak wartawan maupun masyarakat bagaimana kerja jurnalistik itu profesional. 



"UKW sebenarnya bukan momok bagi wartawan atau bukan akal-akal pihak tertentu,  keuntungnya UKW bagi wartawan, wartawan akan memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas jurnalistik, apa pentingnya masyarakat, masyarakat terlindungi dari praktek-praktek jurnalistik yang tidak profesional makanya ini harus berkesinambungan dan para wartawan harus memiliki kesadaran secara lambat laun meningkatkan kemampuan untuk bisa mengikuti dan bisa lolos UKW," terangnya. 


Sementar apa resiko bagi wartawan yang tidak ber UKW,  dalam video berdurasi 9.16 detik itu Edy Supriyono menuturkan jika sebenarnya UKW bukan untuk gaya atau gengsi, UKW merupakan kebutuhan bagi prosfesi wartawan yang menurutnya semua profesi dituntut memiliki uji kompetensi. 


"Uji kompetensi itukan menunjukkan sejauh mana seseorang mampu menjalankan tugas keprofesiannya secara  profesional,  ketika seorang wartawan belum. memiliki sertifikat UKW, masyarakat patut mempertanyakan apakah karyanya sudah sesuai dengan kaidah jurnalistik atau tidak," imbuhnya. 


Iapun mengibaratkan dengan seorang yang datang ke dokter untuk berobat, pastinya orang itu perlu tahu apakah dokter tersebut memiliki keahlian secara legal formal atau tidak. 


"Sama dengan seorang wartawan, jangan-jangan wartawan tersebut belum mampu menulis secara baik dan benar sesuai kaidah jurnalistik,  ketika tidak bisa menulis dengan benar, siapa yang akan dirugikan, yang dirugikan bukan hanya masyarakat , tapi perusahaan pers juga di rugikan karena dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang di sampaikan, padahal informasi yang dikatakan valid diluar lembaga atau institusi adalah informasi dari media pers, "tutupnya.


Bagi yang penasaran seperti apa penyampaian lengkap dari ketua PWI Situbondo Edy Supriyono, bisa saksikan di canal you tube Info Warga Situbondo https://youtu.be/lwzO-q6jG7Q.

 

×
Berita Terbaru Update