Notification

×

Iklan

Iklan

Penyusunan RAAPID, Dinas ESDM Sulbar Perkuat Peran Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral dalam Adaptasi Perubahan Iklim

Jumat, 04 September 2026 | 08:02 WIB |
Penyusunan RAAPID, Dinas ESDM Sulbar Perkuat Peran Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral dalam Adaptasi Perubahan Iklim. (foto frd/Hkm) 


KabarDesa. CO. ID SULBAR– Pejabat Fungsional Perencana Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Syukur, dan Analis Kebijakan, Erma Pualilin, menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam rangka Penyusunan Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Daerah (RAAPID) dan Penilaian Kerentanan serta Permintaan Data Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Matos Mamuju, pada 2 hingga 3 September 2026.

Bimtek ini diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, bekerja sama dengan Hanns Seidel Foundation dan Proyek RBP REDD+ for Results Period 2014-2016 GCF Output 2. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor B.165/H.2/PP.I.4.1/08/2026 tanggal 20 Agustus 2026.

Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan teknis kepada peserta dalam melakukan penilaian kerentanan dan risiko iklim menggunakan Sistem Informasi Data Indeks Kerentanan (SIDIK), serta menyusun pilihan dan prioritas aksi adaptasi perubahan iklim di tingkat daerah. Kegiatan ini juga mencakup penyusunan RAAPID dan Penilaian Kerentanan yang menjadi dokumen penting bagi daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Kegiatan tersebut sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. 

Pada hari pertama, Rabu (2/9/2026), acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat, dilanjutkan dengan arahan dan pembukaan dari Direktur Adaptasi Perubahan Iklim. Materi yang disampaikan pada hari pertama meliputi Konsep Kerentanan dan Risiko Iklim serta Penilaian Kerentanan Menggunakan SIDIK. Peserta juga melakukan praktik penilaian kerentanan menggunakan SIDIK yang difasilitasi oleh tiga orang fasilitator dari Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim. Hari pertama ditutup dengan pemaparan hasil penilaian kerentanan Provinsi Sulawesi Barat menggunakan SIDIK oleh peserta.

Pada hari kedua, Kamis (3/9/2026), materi yang disampaikan meliputi Bahaya dan Risiko Iklim di Wilayah Sulawesi Barat yang mencakup identifikasi historis dan proyeksi iklim, Identifikasi Faktor-Faktor Penentu Kerentanan yang mencakup crosscutting gender dan kelompok rentan, serta Pengenalan Penentuan Pilihan Aksi dan Prioritisasi Aksi. Peserta juga melakukan sesi penentuan pilihan aksi dan prioritisasi aksi yang difasilitasi oleh tenaga ahli. Kegiatan ditutup dengan wrap up dan tindak lanjut yang dipimpin oleh Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim.

Abdul Syukur menyampaikan bahwa keterlibatan Dinas ESDM dalam bimtek ini sangat penting mengingat sektor energi dan sumber daya mineral memiliki keterkaitan erat dengan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. 

"Sebagai instansi teknis, kami perlu memahami bagaimana sektor energi dan sumber daya mineral dapat berkontribusi dalam rencana adaptasi perubahan iklim. Misalnya melalui pemanfaatan energi baru terbarukan, pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, dan pengurangan emisi dari sektor pertambangan," ujar Abdul Syukur.

Erma Pualilin menambahkan bahwa bimtek ini memberikan wawasan baru dalam penyusunan kebijakan yang responsif terhadap perubahan iklim. 

"Kami berharap ilmu yang didapat dari bimtek ini dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan daerah yang mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dinas ESDM akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk mengintegrasikan aspek adaptasi iklim dalam perencanaan pembangunan daerah," jelas Erma.

Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus mendukung program-program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, sejalan dengan upaya pembangunan berkelanjutan dan ketahanan energi di Sulawesi Barat.

Editor : Hikma
×
Berita Terbaru Update