Kabardesa.co.id, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan solusi berbasis riset dan teknologi dalam menjawab dua tantangan pembangunan daerah, yakni pengelolaan sampah dan peningkatan konektivitas antar desa.
Upaya tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Sumber Daya Alam Setda Bone Bolango, Yusbar Ismail, bersama Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, dan jajaran ke Kantor BRIN di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Rombongan diterima langsung oleh Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN.
Yusbar Ismail mengatakan, kolaborasi dengan BRIN menjadi langkah strategis agar berbagai persoalan pembangunan di Bone Bolango tidak hanya diselesaikan melalui pendekatan konvensional, tetapi juga memanfaatkan riset, teknologi dan inovasi.
“Kita ingin persoalan yang ada di daerah dijawab dengan solusi yang tepat dan sesuai karakteristik Bone Bolango. Karena itu, kita datang ke BRIN untuk melihat bagaimana riset dan inovasi bisa kita manfaatkan secara konkret untuk kepentingan masyarakat,” ujar Yusbar.
Menurutnya, pengelolaan sampah membutuhkan terobosan. Sistem yang selama ini hanya mengandalkan pengangkutan dan pembuangan perlu dikembangkan menjadi pola pengelolaan yang mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi.
“Sampah harus kita lihat bukan hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang untuk menghadirkan inovasi dan nilai ekonomi. Kita ingin ada teknologi dan model pengolahan yang bisa diterapkan sesuai kondisi daerah,” jelasnya.
Selain persoalan sampah, Pemkab Bone Bolango juga mendorong penguatan konektivitas antar desa. Infrastruktur dan konektivitas dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, pelayanan publik serta membuka akses terhadap berbagai potensi ekonomi daerah.
“Konektivitas antar desa sangat menentukan bagaimana masyarakat bisa mengakses pelayanan dan bagaimana potensi ekonomi daerah dapat bergerak. Karena itu, kita ingin melihat pendekatan berbasis riset dan inovasi yang bisa mendukung konektivitas tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, mengatakan kerja sama dengan BRIN diharapkan dapat memperkuat perencanaan pembangunan daerah agar semakin berbasis data, riset dan inovasi.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan program rutin, tetapi membutuhkan pendekatan yang adaptif dan berbasis bukti.
“Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan daerah. Bappeda Litbang akan menjadi bagian penting dalam mengintegrasikan hasil riset dan inovasi tersebut ke dalam perencanaan pembangunan Bone Bolango,” ujar Sri Mulyani.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah dan konektivitas desa dipilih karena keduanya memiliki dampak luas terhadap kualitas hidup masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam pertemuan tersebut, BRIN menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dan menyatakan kesiapan memberikan pendampingan riset serta memfasilitasi transfer teknologi yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan daerah.
Bagi Pemkab Bone Bolango, dukungan BRIN diharapkan dapat mempercepat penerapan inovasi agar tidak berhenti pada tataran kajian, tetapi benar-benar menghasilkan solusi yang dapat diterapkan di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bone Bolango akan mendorong penyusunan nota kesepahaman sebagai dasar penguatan kerja sama dengan BRIN.
“Harapan kami, pertemuan ini tidak berhenti sebagai audiensi. Ada tindak lanjut konkret melalui nota kesepahaman, sehingga riset, inovasi dan teknologi benar-benar bisa kita bawa ke Bone Bolango dan diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
