Inflasi Sulbar Terendah Se-Indonesia, PUPRD Sulbar Tegaskan Pentingnya Infrastruktur Berkelanjutan Jaga Stabilitas Harga. (foto frd/Hkm)
KabarDesa. CO. ID SULBAR--– Capaian Provinsi Sulawesi Barat yang berhasil mencatatkan inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,29 persen pada Juni 2026 dan menjadi yang terendah di Indonesia merupakan hasil sinergi seluruh elemen pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK). Capaian tersebut menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi daerah dapat terjaga melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah (PUPRD) Provinsi Sulawesi Barat memandang keberhasilan pengendalian inflasi tidak hanya ditentukan oleh faktor pasar dan distribusi komoditas, tetapi juga oleh tersedianya infrastruktur yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Infrastruktur jalan, irigasi, sumber daya air, permukiman, hingga sistem penyediaan air minum memiliki peran strategis dalam menekan biaya logistik, menjaga produktivitas sektor pertanian, serta memperkuat konektivitas antarwilayah.
Kepala Dinas PUPRD Sulawesi Barat, Surya Yuliawan Sarifuddin, menyampaikan bahwa capaian inflasi terendah secara nasional menjadi indikator positif bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara terarah mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.
“Keberhasilan Sulawesi Barat menjaga inflasi pada level yang sehat merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak. Dari sisi PUPRD, kami terus memastikan infrastruktur dasar berfungsi optimal sehingga distribusi barang dan jasa semakin lancar, biaya transportasi dapat ditekan, serta produktivitas sektor pertanian dan usaha masyarakat tetap terjaga,” kata Surya Yuliawan, Kamis 2 Juli 2026.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur saat ini tidak lagi semata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mengedepankan prinsip konstruksi berkelanjutan yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.
“Pembangunan jalan, jaringan irigasi, SPAM regional, maupun infrastruktur permukiman harus mampu memberikan manfaat jangka panjang. Konstruksi berkelanjutan berarti membangun dengan efisien, berkualitas, ramah lingkungan, serta mendukung ketahanan ekonomi daerah. Ketika infrastruktur mampu menekan biaya produksi dan distribusi, maka dampaknya akan dirasakan langsung dalam pengendalian inflasi,” tambahnya.
Sejalan dengan kebijakan nasional Kementerian Pekerjaan Umum yang mendorong penerapan konstruksi berkelanjutan, PUPRD Sulbar terus memperkuat pemeliharaan infrastruktur eksisting, meningkatkan konektivitas kawasan produksi dengan pusat distribusi, serta memastikan keberlanjutan layanan air minum dan sumber daya air guna mendukung ketahanan pangan daerah.
PUPRD Sulbar berkomitmen mendukung visi pembangunan Gubernur Sulawesi Barat melalui penyediaan infrastruktur yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik, Sulawesi Barat diharapkan mampu mempertahankan stabilitas harga, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Editor : Hikma