Notification

×

Iklan

Iklan

APPMBGI Majene Dorong SPPG Bangun Kemitraan Strategis dengan Media Lokal Cegah Disinformasi Digital

Rabu, 04 Maret 2026 | 05:07 WIB |

Ketua APPMBGI DPD II Majene Suardi saat pimpin rakor bersama SPPG dan media lokal dirangkaikan dengan buka bersama. ( foto Sr/Hkm) 

KabarDesa. CO. ID SULBAR-- Ketua DPD Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Kabupaten Majene, Suardi, S.Ag., M.Pd., mendorong seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membangun kemitraan strategis dengan media lokal. Langkah tersebut dinilai penting dalam memperkuat penyebaran informasi yang akurat sekaligus menangkal potensi disinformasi di era digital.


Hal itu disampaikan Suardi saat memimpin rapat koordinasi bersama para pengelola SPPG yang digelar di Cafe Dapur Bunda, Majene, Selasa (3/3/2026).


Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat menjadi tantangan tersendiri bagi para pengelola program pelayanan publik, termasuk SPPG. Di era transformasi digital, arus informasi bergerak sangat cepat dan dapat diakses kapan saja melalui komputer maupun telepon pintar.


“Era digital harus diimbangi dengan pemanfaatan informasi secara positif dan bertanggung jawab. Salah satunya melalui kerja sama kemitraan dengan media online yang ada di daerah,” ujar Suardi.


Ia menegaskan, kolaborasi antara pengelola SPPG dan media lokal bukan sekadar publikasi kegiatan, tetapi juga bagian dari upaya membangun transparansi program. Dengan keterbukaan informasi, masyarakat dapat memahami secara utuh proses dan tujuan pemenuhan gizi yang dijalankan.


Saat ini, di Kabupaten Majene telah terbentuk puluhan SPPG, baik yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap persiapan. Kondisi tersebut menurut Suardi membutuhkan pola komunikasi yang terstruktur agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak terdistorsi.


“Pola kemitraan ini perlu dibangun untuk menghindari disinformasi digital yang sering kali dipicu oleh algoritma media sosial yang lebih mengedepankan sensasi dibandingkan kebenaran,” jelasnya.


Lebih lanjut, Suardi menyampaikan bahwa dorongan untuk mempublikasikan setiap aktivitas APPMBGI dan SPPG merupakan arahan langsung dari Ketua Umum APPMBGI, Dr. Rivai. Ia menekankan bahwa setiap kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan pemenuhan gizi harus dipublikasikan secara terbuka sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.


“Arahan Ketua Umum sangat jelas, setiap aktivitas APPMBGI maupun SPPG perlu disampaikan ke publik. Ini bukan untuk pencitraan, tetapi sebagai bentuk transparansi, edukasi, dan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi,” tegasnya.


Suardi juga menegaskan bahwa APPMBGI hadir sebagai wadah silaturahmi dan penguatan kapasitas bagi para pengelola SPPG yang memiliki komitmen kemanusiaan dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.


Ia berharap seluruh pengelola SPPG di Majene dapat bergabung dan bersinergi dalam asosiasi guna menyukseskan program pemenuhan gizi yang sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.


“Jika saat ini belum seluruh pengelola SPPG hadir, itu hal yang wajar dalam proses penguatan organisasi. Ke depan kami berharap seluruh SPPG dapat bekerja sama dan berkolaborasi demi menyukseskan program pemenuhan gizi bagi anak-anak kita,” tutupnya.( Hkm) 

×
Berita Terbaru Update