Notification

×

Iklan

Iklan

Jalan Berlubang di Desa Kerpangan Probolinggo: Ancaman Tersembunyi di Tengah Genangan Air

Rabu, 31 Desember 2025 | 19:29 WIB |

Jalan Rusak di Kerpangan, Probolinggo: Warga Menunggu Aksi Nyata Pemerintah.(DF/Kabardesa.co.id)

PROBOLINGGO,Kabardesa.co.id
 – Kondisi infrastruktur jalan di Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, kian memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses utama mobilitas warga tersebut mengalami kerusakan parah, dengan lubang-lubang besar di sepanjang badan jalan yang kini dipenuhi genangan air dan menyerupai kolam.


Pantauan Kabardesa.co.id di lokasi, Rabu (31/12/2025), menunjukkan bahwa kerusakan jalan semakin membahayakan pengguna, terutama saat hujan turun. Genangan air menutupi lubang jalan sehingga menciptakan kesan permukaan yang rata, padahal di bawahnya terdapat lubang dengan kedalaman yang bervariasi. Kondisi ini berisiko tinggi memicu kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.


Tak hanya mengancam keselamatan, kerusakan jalan tersebut juga berdampak pada aktivitas perekonomian warga. Akses menuju pusat kecamatan menjadi terhambat, sehingga arus kendaraan dan pengunjung berkurang. Sejumlah pelaku usaha di sepanjang jalur tersebut mengaku mengalami penurunan omzet akibat kondisi jalan yang dinilai tidak aman dan tidak layak dilalui.


Rudi, warga Desa Kerpangan, mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan permanen. Menurutnya, minimnya penerangan jalan semakin memperparah kondisi, terutama pada malam hari.


“Kalau lewat sini harus pelan-pelan. Malam hari lebih berbahaya karena lubang tertutup air dan tidak kelihatan. Sangat rawan kecelakaan,” ujar Rudi.


Sorotan juga datang dari Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Probolinggo, Sholehudin. Ia menilai pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret dan tidak membiarkan kerusakan infrastruktur yang menyangkut keselamatan masyarakat.


“Kerusakan yang dibiarkan terlalu lama ini membutuhkan perhatian serius. Jangan menunggu sampai ada korban jiwa baru dilakukan perbaikan. Ini menyangkut keselamatan dan hak masyarakat atas fasilitas publik yang layak,” tegasnya.


Warga Desa Kerpangan pun berharap Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan perbaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Mereka menilai solusi tambal sulam tidak lagi efektif karena kerusakan kerap kembali terjadi dalam waktu singkat.


Hingga berita ini diturunkan, warga Kecamatan Leces masih menantikan langkah nyata dari pihak berwenang agar akses jalan kembali aman dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan normal.


(DF)



×
Berita Terbaru Update