Notification

×

Iklan

.

Iklan

.

Advetorial

 


Supaya Tidak Menjadi Penonton, SDM Desa Wisata Harus Dikembangkan

| Juli 07, 2024 WIB

Budi Setiawan, fotografer profesional tengah memberikan materi teknik dasar memotret dalam Pelatihan videografi, fotografi dan penulisan berita wisata di Desa Wisata Girikarto, Gunungkidul, Sabtu (6/7). (Dok. Pribadi)

Kabardesa.co.id, Yogyakarta - Potensi destinasi wisata alam tidak akan berkembang tanpa disertai peningkatan sumber daya manusia di wilayah sekitarnya. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya alam sebagai objek wisata diperlukan kreativitas dalam pengelolaannya. Untuk itu warga setempat harus memiliki pengetahuan luas tentang kepariwisataan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ir. Nur Indrianti, M.T., D.Eng., IPU, ASEAN Eng., Dosen Teknik Industri sekaligus Ketua Program Hibah Internal Pengabdian bagi Masyarakat Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta dalam acara Pelatihan Videografi, Fotografi dan Penulisan Berita di Girikarto, Gunungkidul, Sabtu (6/7).

“Perkembangan pariwisata sangat pesat sekarang ini. Berbagai hal bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata. Kuncinya adalah kreativitas serta kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi,” paparnya.

Menurut Nur Indrianti, Desa Girikarto memiliki sumber daya pantai yang luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya investor yang masuk dan mengembangkan wisata pantai, seperti HeHa Ocean View, Puncak Segoro, Teras Kaca, Taman Watu, Pantai Gesing dan sebagainya. Kekayaan alam ini mestinya mampu dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan Desa Girikarto.

“Jangan sampai warga Girikarto hanya sebagai penonton wisatawan yang datang,” ungkapnya.

Nur Indriati menganggap generasi muda di Girikarto harus bisa memanfaatkan bisnis pariwisata ini dengan menguasai kemampuan videografi, fotografi serta penulisan berita. Kemampuan ini bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan obyek wisata yang dimiliki Desa Girikarto.

“Media sosial memiliki kekuatan yang efektif untuk menarik pengunjung. Sekarang ini masyarakat sangat antusias berwisata. Terbukti hampir semua destinasi wisata yang viral dipenuhi oleh wisatawan. Baik kuliner, wisata alam mapun desa wisata. Kekuatan wisata tidak hanya diharapkan mempu mendongkrak perekonomian masyarakat, namun juga kelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan,” tambah doktor lulusan Jepang ini.

Sementara itu Sumardiyono, Lurah Girikarto menyambut baik kegiatan ini. “Kerja sama kami dengan UPN Veteran Yogyakarta sudah berlangsung lama. Beberapa waktu yang lalu juga dilakukan pelatihan peningkatan kapasitas UMKM. Dalam waktu dekat juga akan ada kegiatan Kuliah Kerja Nyata Internasional yang merupakan kerja sama UPN “Veteran” Yogyakarta dengan Tamasek Polytechnic Singapura,” paparnya.

Selain pantai, Girikarto juga memiliki potensi ekonomi yang lain, seperti perkayuan, perikanan dan budaya. “Bu Nur bulan lalu juga telah mengajak koleganya dari Jerman untuk memanfaatkan limbah kayu yang ada di sini. Sepertinya kunjungan itu sudah ditindaklanjuti dan akan dikembangkan industri yang berbasis limbah kayu,” ungkap Sumardiyono.

Pelatihan ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari Admin Sistem Informasi Desa, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta pelaku Jasa Foto Wisata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan pelaksanaan hibah pengabdian kepada masyarakat yang dibiayai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Yogyakarta Tahun 2024. (*)

(Berita ini telah terbit di media BeritaNasional.ID dengan judul yang sama.)

×
Berita Terbaru Update