Notification

×

Iklan

.

Iklan

.

Advetorial

 


Tilep Bansos Alsintan R4, Mantan Kades Maskuning Kulon Jadi Tersangka Korupsi

| Juni 12, 2024 WIB

Mantan Kades Maskuning Kulon saat digiring oleh JPU setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi. (Dok. KabarDesa.Co.Id)

KabarDesa.Co.Id, Bondowoso – Mantan Kepala Desa Maskuning Kulon (Maskul), Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso yakni Unang Raharjo dijebloskan ke sel tahanan Kelas IIB Bondowoso.


Unang Raharjo ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) berupa Alsintan tractor roda empat (R4) yang berasal dari Kementerian Pertanian RI kepada Kelompok Tani Maju II Desa Maskul.

Hal tersebut diketahui berdasarkan keterangan Dwi Hastaryo, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bondowoso saat menggelar Press Release, Rabu (12/6/2024).

“Berdasarkan SK Penetapan CPCL Penerima Bantuan Alsintan TA. 2016 Nomor: 551/SK.430/B.K/06/2016 tanggal 16 Agustus 2016, di Kabupaten Bondowoso terdapat empat Koptan (Kelompok Tani, red) yang memperoleh Bansos Alsintan traktor roda empat,” ujarnya.

Salah satu dari Koptan tersebut adalah Kelompok Tani Maju II Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer.

Menurutnya, Bansos tersebut diserahkan oleh Kadis Pertanin alm. H. Hindarto dan diterima oleh Sri Mulyani, Ketua Kelompok Tani Maju II.

Bantuan Traktor Roda empat tersebut, lanjutnya, bertipe Yanmar Model EF 393 T, Motor Penggerak Merk Yanmar Model 3TNV88 (39HP) Nomor Rangka: 600589 Nomor Mesin: 03943A.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Traktor R4 tersebut diambil dengan secara melawan hukum oleh Unang Raharjo yang saat itu menjabat sebagai Kepala Desa Maskuning Kulon.

Ditambahkannya lagi bahwa traktor R4 tersebut diparkir di rumah mantan Kades Maskul. Lalu sekitar bulan Maret tahun 2017, Unang Raharjo menjualnya kepada seseorang yang belum diketahui identitasnya di Desa Pengarang.

Hasilnya untuk kepentingan pribadi oknum mantan Kades Maskul tersebut. Padahal bantuan Traktor R4 tidak boleh diperjualbelikan atau digadaikan. Namun bantuan Alsintan itu dijual, sehingga Kelompok Tani Maju II tidak dapat mendapatkan manfaatnya.

“Dalam kurun waktu antara tanggal 26 Agustus 2016 sampai dengan saat ini, Kelompok Tani Maju II, penerima Bansos Traktor Roda 4, tidak pernah menguasai dan tidak menerima manfaatnya,” imbuhnya.

Bang Hastaryo menjelaskan, dalam proses penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Bondowoso, penyidik berhasil mengamankan Traktor R4 pada tanggal 06 Mei 2024 di Jalan Maskuning Timur, Kecamatan Pujer.

Akibat perbuatan oknum mantan Kades Maskul tersebut, total kerugian negara mencapai Rp350 juta.

“Atas perbuatannya, Unang Raharjo dijerat dengan Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Nomor 31 tahun 1999,” jelasnya.

Berdasarkan Undang-Undang, ancaman hukuman yang akan menjerat Kades Maskul tersebut maksimal 20 tahun kurungan badan. Adapun untuk informasi maupun pendalaman selanjutnya nanti akan dibuktikan di persidangan. (Syamsul Arifin/AIM)

×
Berita Terbaru Update