Notification

×

Iklan

.

Iklan

.

Advetorial

 


Eksekusi Tanah Sengketa di Wisata Botutonuo Diwarnai Insiden Lempar Batu oleh Warga

| Januari 04, 2024 WIB

 

Sejumlah bangunan dirobohkan oleh excavator pada saat proses eksekusi Tanah Sengketa di lorong 5 Pantai Wisata Desa Botutonuo (foto:istimewa)

Kabardesa.co.id, GORONTALO - Proses eksekusi tanah sengketa di Wisata Pantai Desa Botutonuo Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango sempat diwarnai insiden lempar batu oleh warga yang diduga merasa kecewa dengan proses eksekusi tersebut.


Diketahui, pada Kamis 04 Januari 2024 bertempat di lokasi tanah sengketa lorong 5 pantai wisata Botutonuo telah berlangsung pelaksanaan eksekusi atas sebidang tanah dimana yang menjadi objek eksekusi dalam lahan seluas 3.000 M² itu yakni sejumlah gazebo atau pondok wisata, satu unit rumah semi permanen, 1 unit bangunan kuliner serta sejumlah pohon kelapa.


Proses eksekusi diawali dengan pembacaaan surat Penetapan Eksekusi Nomor 12/Pdt.Eks/2023/PN Gto oleh Yusrin R. Laudiu, S.H selaku Jurusita dari Pengadilan Negeri Gorontalo, dimana dalam surat keputusan tersebut yang berperkara yakni Haryanto K. Tilome sebagai pemohon eksekusi melawan Yowan Botutihe dan beberapa orang lainnya sebagai para termohon eksekusi.


Sebelumnya, pada pukul 10.00 wita telah dilaksanakan mediasi kedua  belah pihak antara pemohon eksekusi dan termohon eksekusi oleh pihak pengadilan Negeri Gorontalo didampingi aparat keamanan dan aparat desa setempat sebelum pelaksanaan eksekusi. Selanjutnya pada pukul 11.00 Wita eksekusi lahan sengketa dilaksanakan yang disaksikan oleh kedua belah pihak dan warga setempat.


Hingga pada pukul 13.00 Wita, ketika bangunan milik seorang warga berinisial JR akan dieksekusi, warga setempat menghalau alat excavator dan sempat terjadi ketegangan antara kedua belah pihak dengan menimbulkan suara suara provokasi serta melakukan pelemparan batu ke arah excavator yang akan melakukan eksekusi. Namun aksi warga ini langsung dihentikan oleh aparat yang melakukan pengamanan di lokasi eksekusi. Aparat pun memediasi dan memberikan edukasi kepada keluarga para termohon agar tidak menimbulkan suatu gesekan yang akan mengakibatkan kerugian kepada para keluarga termohon. Situasi di lokasi esksekusi kembali kondusif hingga proses eksekusi berakhir. 

(Noka)

×
Berita Terbaru Update