Notification

×

Iklan

.

Iklan

.

Advetorial

 


Sering Rampas Kendaraan Dijalanan, Kapolsek Panji Pasang Spanduk Peringatkan Debt Collector

| Juni 13, 2023 WIB

Kapolsek Panji bersama anghota pasang banner himbauan
 


Kabardesa.co.id, Situbondo Jatim – Keberadaan Debt collector atau lebih dikenal mata elang dianggap kerap meresahkan oleh sebagian masyarakat. Kelompok mata elang dipingir - pinggir jalan memperhatikan motor yang nunggak cicilan dan secepat kilat mereka memberhentikan terkadang merampas kendaraan di jalanan untuk kemudian di sita.

Tak sedikit dari warga yang ketakutan dengan aksi mereka, namun ternyata kebanyakan dari mereka adalah debt collektor abal - abal  yang tidak memiliki perjanjian resmi dengan leasing bahkan sering nekat merampas kendaraan motor atau mobil di jalan raya.

Menanggapi keresahan warga akibat perampasan kendaraan oleh debt collektor tersebut, Kapolsek Panji AKP H Nanang Priambodo memasang spanduk himbauan agar masyarakat segera lapor polisi jika terjadi perampasan kendaraan bermotor di jalan raya yang mengatasnakan Debt Collector.

“Pemasangan spanduk himbauan ini agar Debt Collector tidak sembarangan menyita sepeda motor atau mobil yang nunggak kredit dan berpotensi timbulnya tindak pidana, kami sengaja memasang baner himbauan agar masyarakat melapor jika mengalami tindakan kekerasan dari Debt Collector,” tegas Kapolsek Panji AKP H Nanang Priambodo. Selasa (13/6/2023).

AKP H Nanang Priambodo juga mengatakan, berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 yang sudah berlaku sejak 6 Januari 2019 ini untuk membatasi ruang gerak Debt Collector untuk mengeksekusi barang milik Debitur.

“Untuk bisa mencabut barang terhutang harus melalui pengadilan. Yang memiliki kewenangan untuk melakukan eksekusi adalah juru sita,” paparnya.

Apabila ada debt collector yang melakukan tindakan sendiri tanpa ada putusan pengadilan, sambung AKP Nanang, maka itu sangat berpotensi tindakan pidana. ”Bisa saja nanti menjadi delik perampasan yang dilakukan debt collector tersebut,” beber Kapolsek Panji.

Putusan MK itu, kata AKP Nanang, bukan mematikan usaha mereka. Namun, untuk memperbaiki permasalahan yang sudah terjadi. ”Para debt collector masih bisa mengeksekusi. Tetapi harus dengan beberapa syarat dan tidak sembarangan merampas barang orang lain di tengah jalan,” kata AKP Nanang.

Untuk itu, lanjut Kapolsek Panji, agar tidak terjadi potensi tindakan pidana, maka Polsek Panji memasang baner atau spanduk himbauan “Apabila terjadi perampasan kendaraan Bermotor yang mengatas namakan Debt Collector maupun Leasing agar masyarakat segera melaporkan ke Polisi,” pungkas Kapolsek Panji. (Heru/Joe)


×
Berita Terbaru Update