Notification

×

Iklan

.

Iklan

.

Advetorial

 


Tanggul Sungai Jebol, 91 Rumah di Klatakan Situbondo Kebanjiran

| April 06, 2023 WIB

Tanggul jebol 100 rumah warga Desa Klatakan Situbondo terendam banjir
 


Situbondo, Kabardesa. co.id -  Sekitar 91 rumah di Dusun Jatisari RT 01 RW 01 Desa Klatakan, Kecamatan Kedit Kabupaten Situbondo Jawa Timur, tergenang banjir dengan ketinggian air sekitar 100 centimeter pada Rabu sore 5 April 2023.

Kondisi air yang datang secara tiba- tiba membuat warga tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga didalam rumahnya.

Salah seorang warga bernama  Ahmadun (55) mengatakan, banjir tersebut adalah kali ke 6 dalam dua bulan terakhir, genangan air ini terjadi karena jebolnya tanggul sungai di kampungnya. Air mulai masuk rumah warga sekira pukul 14.00 WIB baru surut pukul 16.00 wib

"Ini sudah ke enam kalinya pak, dusun kami kebanniara akibat tanggul sungai jebol, akibat aliaran air yang cukup deras, ada rumah, dapur juga pagar tembok milik warga roboh, kemarin," kata Ahmadun kepada tim media  Kabardesa. Kamis (6/4/2023).

Kondisi musim penghujan saat ini membuat warga khawatir adanya banjir susulan, warga berharap pemerintah segera turun tangan  memperbaiki tanggul yang jebol.

"Kami sangat berharap bantuan pemerintah Kabupaten Situbondo untuk segera memperbaiki tanggul, sempat kemarin ketinggian air sampai 1.5 meter pak, ini akibat arus air kemarin rumah, pagar tembok bahkan jalan rusak parah, " ujarnya.

Kepala Desa Klatakan Narwiyoto kepada awak media mengatakan,  banjir yang menggenangi 91 rumah warganya itu akibat hujan deras di bagian hulu didaerah desa Kukusan ditambah tanggul sungai sepanjang 100 meter rusak parah.

"Kedua terjadi pendangkalan di alur sungai dan tanggul. sepanajang 100 meter rusak parah, sehingga air dengan mudah masuk ke persawahan dan langsung menuju ke rumah warga, sebanyak 91 rumah di dusun Jatisari terkena banjir, " kata Narwiyoto.

Narwiyoto menuturkan, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan PUPR Kabupaten Situbondo dan PUPR Provinsi  untuk segera melakukan normalisasi.

"Setidaknya dalam waktu sesegera mungkin PUPR menurunkan alat berat untuk memperbaiki tanggul, karena tanggul yang harus segera di perbaiki itu sepanjang 100 meter tidak mungkin warga kami kerja bakti," tandasnya.


×
Berita Terbaru Update