Notification

×

Iklan

-

Iklan

Tidak Layak, FKP3M Meminta Bupati Buteng Ganti Camat Dengan Mantan Camat

| Oktober 19, 2021 WIB


KABARDESA.CO.ID, BUTON TENGAH SULAWESI TENGGARA  Ketua Forum komunikasi peduli pedagang pasar Mawasangka (FKP3M) Rasid Ande sebut Sahiruddin tidak layak menjadi Camat Mawasangka, Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra).


Sebab menurutnya, Sahiruddin menganggap para pedagang dipasar sebagai provokator. Karena pasar telah bertambah fungsinya sebagai tempat untuk mengolah isu.


“Dihadapan DPRD Komisi I dan sebagian pedagang yang sempat hadir dalam RDP kemarin dia (Sahiruddin) sebut dipasar itu bukan cuman hanya perputaran ekonomi tetapi juga perputaran isu. Parahnya dia sempat bilang jangan ada yang mau jadi pahlawan. Ini siapa yang dia maksud,” tulis Rasid melaui pesan WhatsAppnya saat dikonfirmasi, Selasa (19/10/2021).


Mestinya, lanjut Rasid, selaku Camat Sahiruddin harus membela hak hak pedagang bukan malah memojokannya.


Parahnya sebagai camat, tak satupun solusi yang diberikan pemerintah untuk para pelaku pasar agar bagaimana mengurai permasalahan yang terjadi.


Padahal, kedatangan FKP3M ke kantor DPRD Buteng kemarin hanya membawa beberapa aspirasi demi kenyaamanan para pedagang.


“Kami hanya mau memperjelas status dan letak pasar. Selain itu juga kami hanya meminta agar pengelolaan pasar kembali dikelola oleh pemerintah kelurahan sebagai penanggungjawab wilayah,” sambungnya.


Jika terakomodir, FKP3M nantinya akan membantu Kelurahan dalam pengelolaan pasar dengan struktur yang jelas.


“Agar bidang sosial ekonomi kemasyarakatan (retribusi dan iuran bulanan) lebih transparan karen ini uangnya pelaku pasar. Bidang Keamanan (dulu kepala pasar sekrng penjagaan malam), Bidang Kebersihan biar tetap terlihat bersih, Bidang ketertiban (pengaturan Kendaraan Roda 2, 4, seperti bongkar muat). Makanya FKP3M Hadir membuka lapangan kerja bagi saudara saudara kita terkait pengelolaan pasar swadaya dgn melibatkan pihak Pemerintah Kelurahan dan pihak terkait seperti Kepolisian, DISHUB dan lainnya,” Ujarnya


Sementara retribusi, sambung mantan tenaga ahli tersebut, meminta agar para pelaku pasar tidak perlu lagi membayar iuran seperti yang selama ini dilakukan.


“Karen tidak ada konsideran hukum dan regulasi yang mengatur tentang pajak, retribusi dan iuran lainnya dalam keberadaan pasar swadaya, kalaupun pihak BPKAD harus mendapatkan PAD untuk Daerah kami juga mau tapi jangan mereka yang atur pengelolaannya mereka terima hasil dari proyeksi yang kami buat, nanti kami buat proyeksi pendapatan retribusi baru di porsikan porsentase masing-masing untuk kami setor di kelurahan, kecamatan sebagai kepala wilayah dan pemda (BPKAD),” bebernya.


Diujung kalimat, Rasid kemudian meminta kepada Bupati Samahuddin agar secepatnya mengevaluasi kinerja Camat Mawasangka, Sahiruddin.


“Kalau begini bagusnya kasih pindah saja itu camat di talaga kemudian gantikan Herman saja. Dia (Hermansya) orang mawasangka dan banyak yang senang kalau dia jadi camat,” ungkapnya.


“Oiya saya mau tegaskan lagi kalau kami (FKP3M) bukan pahlawan tapi peduli dgn isu yg berkembang,” tutup Rasid.


Penulis : Muhammad Shabuur

×
Berita Terbaru Update