Notification

×

Iklan

Iklan

.

Tag Terpopuler

Hati Tergugah, Komunitas Sopir Trevel Malaka Meringankan Korban Kebakaran dengan Menyediakan Rumah

Jumat, 22 Januari 2021 | 11:00 WIB Last Updated 2021-01-22T03:01:10Z


KabarDesa.co.id, Malaka
- Kejadian terbakarnya rumah keluarga dari Bapak Martinus Tano dan Ibu Meliana Motu yang dilahap ludes si jago merah pada Kamis (13/01/2021) silam, tepatnya di wilayah Desa Bakariuk, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, NTT merupakan suatu kesenjangan moril yang menggerak hati dari berbagai elemen masyarakat sosial.


Mensikapi uraian di atas, Komunitas Trevel Malaka Kupang melakukan sumbangsi nyata kepada korban dengan menyiapkan satu unit rumah sebagai tempat tinggal sementara. Hal ini diungkapkan Benyamin Nahak atau dengan sapaan Milenials Zlatan Skip kepada awak media, Rabu (20/01/2021) siang.


"Kita sudah membantu korban dengan menyiapkan satu rumah sebagai tempat tinggal sementara, bahkan semua bahan materialnya sudah lengkap dan sekarang rumahnya masih status aktif dibangun, kata Skip yang merupakan salah satu mantan Sekum IMMALA Kupang tersebut.


Kemudian tanya Skip, kenapa sejauh ini Pemerintah Desa atau Pemerintah Kabupaten Malaka hanya sibuk dengan kepentingan elitnya saja melainkan kepentingan masyarakat kecil. Dimana letak nadi demokrasi ini  yang katanya dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat.


"Seharusnya Pemerintah sebagai alternatif atau solusi setiap kondisi dalam ketimpangan masyarakat kecil," ujar Zlatan Skip.


Dengan gerakan peduli kemanusiaan ini, tambah Zkip, menjadi edukasi kepada Pemerintah Kabupaten Malaka untuk mengevaluasi kinerja keberpihakan kepada masyarakat kecil.


Dalam tempat yang pisah, Arnoldus Seran yang label Ketua Komunitas Trevel Malaka, menjelaskan sama sekata dengan Zlatan Skip, yang artinya Komunitas Travel Malaka benar - benar memberikan sumbangsi kepada korban berupa satu unit rumah layak huni. Dijelaskan Ketua kepada Media Via Telfon seluler.


"Sekarang kita lagi membangun rumah untuk korban, dan semua bahan material yang ada merupakan sumbangan suka rela dari sopir travel Malaka Kupang," ujarnya.


Kedua pihak tersebut, menghimbau agar Pemerintah Kabupaten Malaka harus memprioritaskan nilai kemanusiaan yang menjadi nilai humanisme untuk masyarakat Malaka pada umumnya. Dan dengan tulisan ini agar hati pemerintah segera pulih dan sadar untuk membantu korban tersebut.(Zlatan/Tim)

×
Berita Terbaru Update