Notification

×

Iklan

Iklan

.

Tag Terpopuler

4 Warga Desa Terpapar Covid-19, Bupati Madiun Beri Edukasi Perangkat Desa Bandungan

Selasa, 09 Juni 2020 | 10:22 WIB Last Updated 2020-06-09T02:22:19Z



KabarDesa.Co.Id, Madiun - Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami bersama tim gugus percepatan penanganan covid-19 melakukan kunjungan ke desa Bandungan Kecamatam Saradan, Minggu malam (7/6).

Dalam kunjunganya bersama tim gugus covid ini memberikan mediasi edukasi kepada perangkat desa tentang penangan covid-19, karena di desa tersebut terdapat 4 orang yang dinyatakan positif corona pada waktu yang lalu.

Bupati  Ahmad Dawami menjelaskan bahwa saat ini, physical distancing seharusnya merupakan kebutuhan hidup manusia. Memakai masker, misalnya, bukan karena keharusan melainkan karena butuh keselamatan.

Bupati mengaku membaca banyak literasi tentang Corona. Untuk mencegah virus tersebut, menurut WHO, memang harus menaati protokol kesehatan. Baik tidaknya imun, siapapun dapat terpapar virus asal Wuhan itu. 

"Jika imunnya baik, akan menjadi Orang Tanpa Gejala (OTG) dan bisa menularkannya ke siapa saja. Sementara jika tidak baik, akan muncul indikasi yang mengarah ke penyakit tersebut,"jelasnya.

"Virus dapat memasuki tubuh melalui 3 pintu, yakni mata, hidung, dan mulut kemudian mereplikasi diri di tenggorokan. Ketika sampai di tenggorokan, tubuh merespons dengan demam, itulah perlunya pengecekan suhu,"lanjut Bupati  Ahmad Dawami.

Lebih lanjut ia jelaskan, ketika turun ke saluran pernapasan paru-paru, virus kembali berkembang biak. Saat inilah terjadi peperangan antara virus dengan imun tubuh, untuk menentukan apakah seseorang tersebut terpapar atau menjadi OTG.

Oleh karena itu, masker sangat dibutuhkan untuk menghambat droplet yang keluar dari orang lain, karena menutup sebagian besar pintu penularan. Lebih aman lagi jika benteng pertahanan dibangun dengan menjaga jarak sejauh 2 meter dengan yang lain. Jika bisa menjaga mata, hidung, dan mulut, insya Allah kita bisa terhindar dari virus.

"Terkait konsep New Normal yang dimaklumatkan oleh Kemendagri, bukan berarti sudah tiba waktunya untuk bersuka cita. Kita hanya menjalani kehidupan yang tidak wajar ketika diterapkan dalam keadaan normal,"tutupnya.(*)

×
Berita Terbaru Update